Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Baru Dibangun, Proyek Normalisasi BBWS Ambrol

Rabu, 07 Nov 2018 22:08 | editor : Mochamad Chariris

Proyek normalisasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang berada di Keboan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto.

Proyek normalisasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang berada di Keboan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto. (Fendy Saputra/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Proyek normalisasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas yang berada di Keboan Kelurahan Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, ambrol. Kondisi penampung luberan Kali Sadar itu membuat warga khawatir. Ketika hujan turun, bisa semakin parah. 

’’Proyek BBWS terkait penampungan Kali Sadar di Keboan yang baru dibangun banyak yang ambrol. Banyak warga yang melapor dan mengeluhkan hal itu,’’ ungkap Sonny Basuki Rahardjo, sekretaris Komisi II DPRD Kota Mojokerto.

Proyek sudetan Kali Sadar itu dibangun di daerah Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan. Dilaporkan banyak mengalami ambrol. Diterangkannya, titik ambrolnya tanggul tempat penampung luberan Kali Sadar itu tidak hanya satu.

Imbasnya, ruas jalan dari Keboan ke Lingkungan Kuti Kelurahan Meri terpaksa ditutup. ’’Banyak yang ambrol. Itu yang ditakutkan warga ketika musim penghujan,’’ terang politisi Golkar ini.

Warga sendiri mengeluhkan hal itu bisa berdampak terhadap lingkungannya. Karena daerah itu langganan banjir. Sedangkan, sekarang ini mulai memasuki musim penghujan. ’’Area itu dekat sekali dengan permukiman warga,’’ tambah Sonny.

Selain pada titik tersebut, terdapat pula kondisi tanggul Kali Sadar yang cukup kritis. Pada titik di kawasan Jembatan Meri tampak tanggul terkikis tak lagi utuh. Yakni, pada sisi timur dan barat jembatan. Ada beberapa pekerja yang berada di lokasi. Area itu berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Anggota dewan lain, Anang Wahyudi, juga membenarkan hal itu. Pihaknya secara pribadi bahkan sudah meninjau ke lokasi. Ternyata memang ada titik ambrol pada sisi tanggul dari proyek yang dikerjakan BBWS Brantas tersebut.

’’Warga khawatir. Jelas. Karena di situ kan daerah langganan banjir. Pelaksana kami wanti-wanti agar segera memperbaiki,’’ sebut dia. Di lokasi terlihat titik ambrol yang cukup lebar pada proyek tanggul sudetan untuk Kali Sadar.

Panjangnya sekitar 20 meter dengan tinggi dari titik terendah sekitar 5 meter. Tampak beberapa pekerja tengah berada di lokasi. Ada satu alat berat yang digunakan. Untuk diketahui, proyek normalisasi Kali Sadar digeber BBWS Brantas.

Menyentuh ruas Kali Sadar yang diawali di titik Gatoel Kota Mojokerto hingga Kabupaten Mojokerto. Ruas Kali Sadar yang melintasi area Kota Mojokerto mencapai 9 kilometer.

Di samping itu, juga dilengkapi proyek pembangunan rumah pompa, dan normalisasi avour Meri dan pembangunan sudetan di Keboan.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia