Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Hanya 174 Pelamar CPNS Kota Mojokerto yang Lolos

Rabu, 07 Nov 2018 15:43 | editor : Mochamad Chariris

Peserta CPNS Kota Mojokerto saat melihat penilaian passing grade.

Peserta CPNS Kota Mojokerto saat melihat penilaian passing grade. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Tahap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Mojokerto tahun ini benar-benar menjadi batu terjal bagi para pelamar.

Setelah seleksi administrasi yang sebelumnya menggugurkan hampir separo dari pelamar, tahap seleksi kompetensi dasar (SKD) kali ini juga berpeluang besar tidak meloloskan ribuan peserta.

Diperkirakan, jumlah peserta yang mampu lolos ke fase berikutnya sangat minim. Mengingat, lebih dari 93,5 persen peserta SKD tidak memenuhi passing grade. Kondisi tersebut juga semakin membuka peluang formasi yang dibuka di Pemkot Mojokerto tidak sepenuhnya terisi.

Setidaknya, minimnya jumlah kelulusan itu terlihat berdasarkan hasil tes SKD yang berlangsung di basement Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, 4-5 November lalu. Total ada 2.750 peserta yang berhak menjalani tes dengan sistem computer asissted test (CAT) itu.

Namun, jumlah peserta yang mengikuti tercatat hanya 2.657 peserta. ”Ada 93 peserta yang tidak hadir,” terang Endri Agus Subianto, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto.

Secara otomatis, peserta yang absen tes SKD tersebut harus gugur lebih awal. Mengingat, panitia seleksi tidak memberikan toleransi bagi peserta yang izin maupun telat hadir.

Di samping itu, hasil tes CPNS Kota Mojokerto pun juga cukup jeblok. Pasalnya, dari 2.657 peserta yang menjalani tes, tak lebih dari 6,5 persen saja yang mampu memenuhi nilai ambang batas.
Jumlah peserta yang tidak memenuhi passing grade mencapai 2.483 peserta. ”Hanya 174 peserta yang memenuhi passing grade,” bebernya. Menurut Endri Agus, dari 174 peserta yang lolos itu belum diketahui secara rinci masing-masing formasinya.

Yang jelas, jumlah tersebut masih jomplang jika dibanding kebutuhan formasi di Kota Mojokerto. Mengingat, tahun ini pemkot diberikan jatah sebanyak 248 formasi. ”Kita masih belum tahu peserta yang lolos passing grade ini dari formasi apa saja,” paparnya.

Sehingga, besar kemungkinan ada beberapa formasi yang bakal tidak terisi. Terlebih, masih ada satu tahapan tes lagi. Yakni, seleksi kompetensi bidang (SKB). Sehingga peserta masih berpeluang terjegal pada fase akhir itu.

Meski demikian, dia menegaskan keputusan kelulusan tes ada pada BKN. Diperkirakan, peserta yang lolos seleksi SKD akan diumumkan dua pekan mendatang. ”Jadi, semua peserta kami imbau untuk menunggu hingga pengumuman resmi nanti,” tandasnya.

Peserta yang tidak memenuhi ambang batas tersebut bervariasi. Sebagaimana diketahui, untuk formasi umum, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) memasang passing grade dari tes karakteristik pribadi (TKP) sebanyak 143 poin.

Sementara tes intelegensi umum (TIU) 80 poin, dan tes wawasan kebangsaan (TWK) 75 poin. ”Jadi macam-macam. Ada yang tidak lolos hanya TKP-nya saja, ada juga yang TIU dan TKW-nya,” pungkasnya. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia