Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kampanyekan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik

Selasa, 06 Nov 2018 23:00 | editor : Mochamad Chariris

Pemenang peragaan busana kategori sekolah.

Pemenang peragaan busana kategori sekolah. (DLH for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto menggelar lomba peragaan busana daur ulang dan kreasi daur ulang, Rabu (24/10).

Kegiatan tersebut sekaligus bertujuan mengkampanyekan praktik pengurangan penggunaan kantong plastik. Yakni, dengan melombakan busana daur ulang nonsampah kantong plastik.

Event Fashion Recycle Festival (FRF) Kota Mojokerto itu digelar di Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Jalan Raya Ijen Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Ratusan peserta mengikuti event itu dari tingkat umum dan pelajar.

Karena DLH Kota Mojokerto membuka lomba untuk kategori umum dan pelajar. DLH bekerja sama dengan bank sampah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata.

Kepala DLH Kota Mojokerto Ikromul Yasak, mengatakan, kegiatan tersebut mengusung kreativitas tanpa batas warga Kota Mojokerto untuk pemanfaatan daur ulang sampah. ’’Yang dilombakan daur ulang. Kreasi daur ulang dijadikan barang-barang yang bermanfaat dan peragaan busana,’’ ungkapnya.

Event ini tahun lalu digelar di TPA Randegan. Namun, kali ini digelar di Taman Kehati. Itu agar mengedukasi masyarakat dalam hal pengurangan sampah. Dan ajang kreasi bagi generasi muda dalam pemanfaatan sampah.

’’Antusiasme masyarakat cukup bagus dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini. Dan event ini akan dijadikan agenda rutin tahunan. Ini merupakan tahun kedua. Tahun pertama kita gelar di TPA Randegan,’’ jelasnya.

Masih kata Yasak, untuk peragaan busana para peserta tidak diperkenankan menggunakan kantong plastik. Karena adanya program pengurangan penggunaan kantong plastik. Dengan diawali lomba busana daur ulang nonkantong plastik.

’’Semua sampah bisa digunakan. Namun untuk busana tanpa plastik karena ada pembatasan sampah plastik. Boleh barang bekas tapi nonplastik,’’ tandasnya.

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia