Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment
PSMP vs Kalteng Putra

Lebih dari Sekadar Laga Mengenang Romantisme

Sabtu, 03 Nov 2018 13:00 | editor : Mochamad Chariris

Penyerang PSMP Samsul Pellu (kiri) dan bek Kalteng Putra Fandy Edy (kanan) akan saling berhadapan di laga pekan ketiga babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gajah Mada Mojosari sore ini.

Penyerang PSMP Samsul Pellu (kiri) dan bek Kalteng Putra Fandy Edy (kanan) akan saling berhadapan di laga pekan ketiga babak 8 besar Liga 2 di Stadion Gajah Mada Mojosari sore ini. (Official PSMP for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Optimisme tinggi terus digelorakan skuad PS Mojokerto Putra (PSMP) di setiap pertandingan babak 8 besar Liga 2 musim 2018.

Setelah sukses membungkam Aceh United dengan skor 3-1 pada Senin (29/10) lalu, The Lasmojo kembali menargetkan sapu bersih di satu laga kandangnya lagi saat meladeni Kalteng Putra di Stadion Gajah Mada Mojosari sore ini.

Target tersebut sekaligus untuk merebut posisi puncak klasemen sementara grup A yang dipegang Laskar Isen Mulang usai membantai Semen Padang, Selasa (30/10) Ya, baik Kalteng maupun PSMP merupakan tim yang sudah saling kenal satu sama lain.

Tidak hanya di babak penyisihan musim ini saja. Di musim 2017 lalu, kedua tim juga saling berjuang dan bersaing untuk memperebutkan tiket lolos ke babak 16 besar.

Bahkan, hubungan kedua tim kerap dijuluki seperti dua mata koin. Saling berseberangan, namun tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Meski sampai detik ini tidak diketahui hubungan tersebut kebetulan atau tidak.

Akan tetapi, pertarungan sore nanti bukan lagi ajang reuni untuk mengenang romantisme di babak penyisihan maupun musim lalu. Semuanya murni untuk bersaing lolos ke babak semifinal sebagai fase berikutnya.

’’Kita tahu mereka juga punya kualitas dengan perombakan tim di awal babak 8 besar kemarin. Tapi, kita juga sudah memastikan untuk sapu bersih bagaimanapun caranya,’’ ungkap Jamal Yastro, pelatih PSMP.

Jamal mengaku tak terlalu silau dengan kekuatan lawan yang dipandang sangat dominan di dua laga awal. Di mana, pergantian pemain di beberapa lini dinilai cukup efektif dalam merebut 4 poin yang sudah didapat.

Yakni, saat mengimbangi Aceh United 2-2 pada Kamis (25/10), dan melibas 1-0 Semen Padang pada Selasa (30/10). Bahkan, anak asuh Kashartadi itu menjadi satu-satunya tim di grup A yang belum sekalipun tersentuh kekalahan.

Nah, catatan tersebut yang justru menjadi motivasi Laskar Majapahit untuk segera mungkin membungkam tim yang bermarkas di Stadion Tuah Pahoe tersebut. Salah satu caranya dengan menumpuk banyak penyerang di lini depan.

Kembalinya Ricky Kambuaya usai absen akumulasi kartu menjadi faktor utama keyakinan PSMP dalam membombardir lini pertahanan lawan.

Pemain bernomor punggung 10 itu bakal kembali dipasang sebagai kreator serangan dalam menyuplai bola kepada trio penyerang, Indra, Haris, dan Krisna Adi atau Samsul Pellu.

’’Derry dan Ricky sudah bisa main lagi. Kemungkinan besar mereka dipasang,’’ imbuhnya. Namun, Jamal kembali tidak bisa menurunkan satu pemain andalannya di lini tengah. Yakni, Andre Dio yang terkena akumulasi kartu.

Sehingga harus dicarikan penggantinya yang punya kualitas hampir sama. Di antara beberapa pemain yang tersedia, Rendra Teddy atau Samsul Pellu cukup menjadi opsi paling layak menggantikan posisi Dio.

’’Secara garis besar tidak ada yang berpengaruh terhadap kualitas permainan. Tinggal mempraktikkan saja di lapangan,’’ pungkas Jamal.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia