Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Warga Mojokerto Tak Perlu Lagi Buat Paspor ke Surabaya

Jumat, 02 Nov 2018 12:00 | editor : Mochamad Chariris

Pemohon pasrpor saat mengantre pelayanan penerbitan paspor di Mal Pelayanan Publik GMSC Kota Mojokerto.

Pemohon pasrpor saat mengantre pelayanan penerbitan paspor di Mal Pelayanan Publik GMSC Kota Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya telah resmi membuka Unit Layanan Paspor (ULP) di Graha Mojokerto Service City (GMSC).

Konter pengurusan paspor tersebut menambah unit pelayanan yang beroperasi di gedung pelayanan satu atap Kota Mojokerto itu.

Sekdakot Harlistyati mengungkapkan, pengoperasian ULP tersebut dilakukan setelah digelar audiensi antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dengan Pemkot Mojokerto.

Sehingga disepakati bahwa ULP mulai bisa melayanai pelayanan paspor terhitung sejak Kamis (1/11) kemarin. ’’Karena perangkat maupun personel dari imigrasi sudah siap, sehingga bisa untuk melakukan operasional,’’ terangnya.

Akan tetapi, pada pelayanan perdana hingga hari ini, ULP hanya menerima permohonan pembuatan baru maupun perpanjangan paspor khusus bagi warga Kota Mojokerto.

Pihak keimigrasian memberikan jatah kuota sebanyak 50 orang dengan mekanisme walk in atau datang langsung ke ULP di lantai I GMSC. ’’Hari ini (kemarin, Red) sudah ada 6 warga yang dilayani,’’ papar Harlis saat memantau pelayanan di ULP.

Sedangkan mulai Senin (5/11) mendatang, pelayanan di ULP akan menjangkau lebih luas. Sebab, selain warga kota, juga bakal menerima permohonan paspor melalui antrean secara online.

Pendaftaran tersebut dilakukan melalui laman resmi imigrasi www.antrian.imigrasi.go.id maupun secara aplikasi. ’’Jadi Senin (5/11) pemohon dengan KTP daerah lain dapat dilayani,’’ tandas Harlis.

Mantan Kepala Bappeko Kota Mojokerto ini, menambahkan, para pengguna unit pelayanan di mal pelayanan terpadu diharapkan untuk segera mengoperasikan pelayanan tanpa menunggu launching resmi dari pemkot.

Oleh karena itu, masing-masing unit dipersilakan membuka pelayanan jika memang telah siap. Khususnya pada pengguna unit yang berasal dari OPD Kota Mojokerto yang juga bakal menyusul dalam waktu dekat.

’’Sambil kita dari pemerintah daerah memperbaiki hal-hal yang kurang, harapannya mereka (pengguna unit) juga mengisi konter-konternya,’’ jelasnya.

Kekurangan tersebut adalah belum adanya fasilitas air conditioner (AC) dan genset yang baru dialokasikan pada tahun anggran 2019 mendatang. Di samping itu, juga fasilitas eskalator dan elevator yang diperkirakan bakal rampung akhir tahun ini.

Menurut Harlis, peresmian ditargetkan satu bulan ke depan. Dengan catatan, setelah semua unit telah terisi dan mengoprasikan pelayanan. ’’Pak Wakil Wali Kota (Suyitno) berharap pelayanan jalan dulu. Jika ada kendala dilakukan evaluasi. Setelah tidak ada masalah, baru di-launching,’’ pungkasnya.

Dengan demikian, di gedung pelayanan terpadu tersebut telah beroperasi tiga unit pelayanan. Sejak pertengahan Oktober lalu, dua organisasi perangkat daerah (OPD) telah terlebih dulu boyongan ke GMSC.

Yakni, pelayanan adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta pelayanan perizinan dari Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia