Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojopedia

Candi Bajang Ratu, Sisa Kemegahan Ibu Kota

Jumat, 02 Nov 2018 10:00 | editor : Mochamad Chariris

Seorang pengunjung menikmati panorama Candi Bajang Ratu, Trowulan, Mojokerto.

Seorang pengunjung menikmati panorama Candi Bajang Ratu, Trowulan, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

BICARA Kabupaten Mojokerto tentu saja tak lepas dari kerajaan besar di Nusantara, Kerajaan Mojopahit. Sebagai wilayah pusat pemerintahan, sisa-sisa kejayaan Mojopahit banyak bertebaran di Kabupaten Mojokerto.

Salah satunya adalah Candi Bajang Ratu yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Candi Bajang Ratu atau yang sering disebut Gapura Bajang Ratu merupakan sebuah struktur bangunan berupa gerbang atau candi dari era kebesaran Kerajaan Majapahit pada abad ke-14.

Nyaris seluruh struktur bangunannya terbuat dari batu merah bakar. Kecuali pada lantai tangga, pintu bawah dan atas yang terbuat dari batu adesit. Posisi bangunan Candi Bajang Ratu menghadap ke dua arah mata angin, timur dan barat.

Candi ini juga mempunyai sayap di sisi kiri dan kanan. Pada masing-masing sisi yang mengapit anak tangga dilengkapi hiasan singa. Pada dinding kaki tangga terdapat relief Sri Tanjung. Sementara di sisi kiri kanan dinding bagian depan terdapat relief Ramayana.

Bagian dalam candi terdapat semacam lorong mengarah ke timur. Dengan anak tangga dan lantai lorong terbuat dari batu adesit. Struktur bahan bangunan yang sama juga diterapkan pada bagian atap.

Bentuk atap candi ini mirip limas bersusun dengan puncak persegi. Dan pada setiap lapisan dihiasi ukiran pola limas terbalik dan pola tanaman. Berbagai sumber sejarah menyebutkan, candi ini pernah mengalami rekonstruksi pada jaman Hindia Belanda.

Pemugaran tersebut dilakukan dengan menguatkan struktur bagian sudut dengan cara mengisikan semen cor. Namun kendati begitu, tidak pernah ada kepastian data pasti waktu pemugarannya.

Keindahan candi ini juga menarik banyak pengunjung dari luar kota. Salah satunya  Anwar. Pria dari Malang ini mengaku sengaja jauh-jauh membawa keluarganya untuk melihat keindahan Candi Bajang Ratu.

Selain itu, ia juga ingin mengenalkan sejarah kebesaran Mojopahit kepada anak-anaknya. ”Bagus untuk edukasi. Anak-anak juga biar tahu sejarah kebesaran Mojopahit,” ujarnya.

View Candi Bajang Ratu yang eksotis juga menarik minat para penyelenggara event. Berbagai event besar kerap digelar di area candi. Seperti musik jazz dan yang terakhir pagelaran Gus dan Yuk Kabupaten Mojokerto. Pada tiap gelaran event, pengunjung juga selalu membludak.

Untuk menikmati keindahan Candi Bajang Ratu, pengunjung tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tiket masuk yang dikenakan pada pengunjung hanya sebesar 3 ribu rupiah perorangnya.

Dan tarif parkir sebesar 2 ribu rupiah untuk sepeda motor dan 5 ribu rupiah untuk mobil. (nto)

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia