Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Komplotan Pembobolan ATM BCA Rp 673 Juta asal Kota Surabaya

Kamis, 01 Nov 2018 17:56 | editor : Mochamad Chariris

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat menginterogasi tersangka pembobol ATM BCA di Indomaret Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata saat menginterogasi tersangka pembobol ATM BCA di Indomaret Jalan Raya Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Abe Arsyad Rad)

MOJOKERTO – Masih ingat dengan kasus pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Central Asia (BCA) di Indomaret Jalan Raya Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (20/10) lalu?

Ya, setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih 10 hari, kepolisian akhirnya berhasil mengungkap di balik komplotan yang menggondol uang ATM senilai 673 juta dari total uang ATM Rp 900 juta tersebut.

Korp Bhayangkara mendeteksi, komplotan spesialis pembobolan mesin ATM menggunakan las listrik ini diduga berjumlah 4 orang. Bahkan, 3 dari 4 pelaku telah ditangkap kepolisian.

Mereka yang ditangkap Satreskrim Polres Mojokerto tersebut adalah Andik Pranoto, 35, warga Rusun Penjaringansari EB 210 Rungkut, Kota Surabaya; Irfan Feri Nugroho, 39, warga Rusun Penjaringansari EB 211, Rungkut, Kota Surabaya, dan Ratno, 38, warga Dusun/ Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

”Yang sudah berhasil ditangkap ada tiga pelaku,” ungkap Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata, Kamis (1/11) tadi. Pasca penangkapan, tak lama berselang, ketiganya lantas dilakukan pemeriksaan dan dilakukan penahanan.

Untuk melengkapi hasil penyelidikan, ketiga pelaku dibawa polisi ke lokasi pembobolan ATM. Selain untuk mengkroscek keterangan saksi dan pengumpulan barang bukti, mereka juga diminta menunjukkan sekaligus mempraktikkan langsung bagaimana cara melakukan pembobolan ATM yang berlangsung pada dini hari itu.

”Sementara untuk satu tersangka belum berhasil ditangkap. Namun, sampai sekarang masih dilakukan pencarian,” tandas perwira dengan dua melati di pundak ini.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menambahkan, komplotan pelaku pembobolan mesin ATM ini bukanlah pelaku biasa. Mereka adalah pelaku profesional yang diduga memahami betul bagaimana cara melakukan pembobolan ATM.

Dari mulai membongkar mesin menggunakan mesin las listrik. Menjaga sistem ATM agar tidak terbaca oleh sentral pengawasan ATM. Hingga melumpuhkan 6 dari 8 closed circuit television (CCTV) menggunakan cat pilox.

”Mereka juga menutup semua wajah dan dan bagian tubuhnya agar tidak mudah terdeteksi. Menggunakan cadar, kacamata hitam, masker sampai sarung tangan,” tandas Fery.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia