Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

BRI Bantah Blokir Kartu ATM Nasabah jika Tidak Segera Mengganti

Sabtu, 27 Oct 2018 18:00 | editor : Mochamad Chariris

Seorang nasabah BRI menunjukkan kartu ATM BRI yang baru.

Seorang nasabah BRI menunjukkan kartu ATM BRI yang baru. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Kepala Kantor Cabang BRI Mojokerto Luthfi Iskandar, membantah terkait pemblokiran terhadap nasabah jika tidak menukarkan kartu ATM lama ke yang baru seperti yang viral di tengah masyarakat.

’’Itu tidak betul. Pihak bank tidak mungkin memblokir terhadap (kartu) nasabahnya,’’ katanya. Luthfi membantah penukaran kartu ATM ber-chip tersebut dibatasi sampai tanggal 31 Oktober. ’’Memang ada penggantian kartu ATM. Tapi, batasan waktunya belum kita tentukan,’’ tambahnya.

Seiring banyaknya nasabah datang berbondong-bondong ingin menukarkan karu ATM, dia mengingatkan agar tidak panik. Nasabah diminta tenang dan tidak mengkhawatirkan kabar tentang pemblokiran kartu.

Namun, demi menjaga keamanan, Luthfi menegaskan, nasabah memang dituntut segera menukarkan kartu ATM lama cukup melalui unit-unit BRI terdekat. Sehingga tidak perlu datang ke kantor cabang.

’’Dengan hanya membawa kartu ATM lama yang masih aktif dan KTP,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, perbaruan kartu ATM merupakan salah satu pelaksanaan program pemerintah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk keamanan nasabah.

Dari sebelumnya berbentuk streping, kini kartu ATM-nya dilengkapi teknologi chip. Perbaruan kartu ATM ini utamanya untuk peningkatan keamanan atau menghindari penggandaan kartu alias skiming.

’’Selama ini kan, banyak kejadian (skimming). Dan ini merupakan salah satu bentuk antisipasi mengamankan nasabah dari tindak kejahatan,’’ tandasnya.

Sebelumnya, beredarnya kabar pergantian kartu ATM BRI lama ke baru hingga batas 31 Oktober  membuat nasabah ramai-ramai mendatangi Kantor Cabang BRI di Jalan Majapahit, Kota Mojokerto, Jumat (26/10).

Mereka rela mengantre hingga berjam-jam untuk menghindari pemblokiran kartu jika sampai melebihi jatuh tempo seperti yang belakangan beredar luas melalui media sosial (medsos).

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia