Selasa, 25 Jun 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Resolusi Jihad Bangkitkan Semangat Juang Santri

24 Oktober 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Ayuhanafiq (tengah) penulis buku sejarah Laskar Hizbulloh 1945-1950 saat menjadi narasumber di PC NU Kabupaten Mojokerto, Senin (22/10)

Ayuhanafiq (tengah) penulis buku sejarah Laskar Hizbulloh 1945-1950 saat menjadi narasumber di PC NU Kabupaten Mojokerto, Senin (22/10) (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2018 menjadi wujud nyata terkuaknya sejarah perujuangan kiai dan santri untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sejarah itu kemudian dibedah dengan antusias dalam acara bedah buku berjudul Garis Depan Pertempuran Hizbulloh 1945-1950, karya Ayuhanafiq di Kantor PC NU Kabupaten Mojokerto, Senin (22/10) malam.

Ayuhanafiq mengatakan, dalam bukunya, dia mencoba untuk menggali bagaimana peran kiai, tentara Hizbulloh, dan pemuda muslim waktu kemerdekaan. Mereka menghayati betul peran fungsi dari Resolusi Jihad yang disampaikan KH. Hasyim sebagai Rais Aam PBNU.

”Hal itulah yang kemudian bisa membangkitkan semangat juang para pemuda muslim. Khususnya rakyat Jatim. Sehingga pecahlah pertempuran di Surabaya,” papar sejarawan Mojokerto itu.

Yuhan menambahkan, untuk Kabupaten Mojokerto latar belakang dari Laskar Hizbulloh itu organ utama adalah anak-anak ANU (Ansor Nahdlatul Ulama). ”Tanpa Ansor, mungkin Laskar Hizbulloh di Mojokerto tidak bisa besar,” katanya.

Demikian itu lantaran salah satu bukti kebesarannya adalah komandan Hizbullah Mojokerto yang menjadi komandan di karesidenan Surabaya. Yaitu, Mayor Mansyur Solikhi. Yuhan berharap, melalui buku yang ditulisnya, peran kiai dan santri bisa diakui oleh masyarakat. Terutama negara.

Ketua panitia, Nyoko mengatakan, bedah buku ini diadakan sekaligus untuk memperingati HSN 2018. Bekerja sama dengan PC GP Ansor dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kabupaten Mojokerto. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia