Minggu, 22 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Penyandang Difabel Hidup Sebatang Kara di Kandang Ayam

24 Oktober 2018, 19: 30: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Rumah sekaligus kandang ayam yang ditempati Kasmin, difabel asal Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Rumah sekaligus kandang ayam yang ditempati Kasmin, difabel asal Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Hari-hari Kasmin, 62, warga Dusun Sidolegi, Desa Parengan, Kecamatan Jatis, Kabupaten Mojokerto, terus dibayangi kecemasan dan ketidakpastian.

Pasalnya, program bedah rumah yang pernah dijanjikan pemerintah, sejauh ini belum terealisasi. Bahkan, pria hidup sebatangkara tinggal di rumah gubuk bersama piaraan ayamnya itu tidak pernah menerima bantuan sembako.

Untuk menyambung hidup, dia hanya mengandalkan uluran tangan para tetangga. ’’Selama ini tidak pernah ada bantuan sama sekali,’’ ungkap Kasmin, saat ditemuai di rumahnya Selasa (23/10).

Tak heran, di rumah yang jauh dari layak huni ini, dia terus berharap bantuan dan perhatian dari pemerintah melalui program-program sosial dan pengentasan kemiskinan.

Sebaliknya, di desanya, bantuan-bantuan sosial itu diduga salah sasaran. ’’Padahal, rumah mereka (penerima, Red) bagus. Punya sepeda motor. Kalau saya, tidur saja di kandang ayam,’’ sesalnya.

Untuk menyambung hidup, setiap harinya difabel ini hanya bisa menunggu uluran tetangga. Termasuk untuk kebutuhan makan. Belakangan, dia juga diterpa kecemasan dan ketidakpastian. Setelah program bedah rumah yang pernah dijanjikan pemerintah tak kunjung terealisasi.

Rumah yang selama ini dihuni hanya sekedar disurvei. Baik oleh desa maupun petugas dari kecamatan. ’’Katanya, mau dapat bedah rumah. Tapi, sampai sekarang tidak terealisasi-terealisasi. Padahal, sudah dua kali disurvei. Saya juga sudah kirimkan fotokopi KK dan KTP,’’ paparnya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jetis Sutomo, menegaskan, secepatnya pihaknya akan melakukan pengecekan ke lapangan sembari berkoordinasi dengan perintah daerah.

Koordinasi ini menyangkut program bantuan sosial. ’’Termasuk, program bedah rumah. Apakah dia juga masuk salah satu daftar atau tidak,’’ tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya memastikan, untuk program bedah rumah tahun 2018, di Kecamatan Jetis hanya menyasar dua desa. Yakni, di Desa Lakardowo (30 unit) dan Jolotundo (27 unit). ’’Dengan masing-masing penerima, dapat Rp 15 juta,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia