Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Tak Lolos Seleksi Administratif, Pelamar CPNS Datangi BKD

Rabu, 24 Oct 2018 18:05 | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah pelamar CPNS yang tidak lolos seleksi administrasi mendatangi kantor BKD Kota Mojokerto.

Sejumlah pelamar CPNS yang tidak lolos seleksi administrasi mendatangi kantor BKD Kota Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Para pelamar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beramai-ramai mendatangi Pemkot Mojokerto, Selasa (23/10).

Mereka adalah pendaftar yang dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Pelamar tersebut melakukan komplain serta menanyakan penyebab ketidaklolosannya ke Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Mojokerto.

Seperti yang dilakukan Lutfi, pelamar CPNS asal Desa Beratwetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Dia mengaku namanya tidak lolos seleksi administrasi pada pengumuman Minggu (22/10) lalu.

Dalam keterangannya, dia dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) lantaran tidak melengkapi persyaratan akreditasi. ’’Makanya, saya mau tanyakan ke sini (BKD). Karena waktu mendaftar lamaran saya sudah lengkap,’’ ujarnya.

Setelah masuk ke ruangan BKD dan meminta penjelasan dari verifikator, rupanya yang mengugurkan dirinya adalah status akreditasi kampusnya. Alumnus Universitas Darul Ulum (Unipdu) Kabupaten Jombang ini, melampirkan Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang berlaku saat ini.

’’Tapi yang dipersyaratkan katanya BAN-PT pada waktu saya lulus. Bukan yang berlaku sekarang,’’ ungkapnya. Salah satu guru tidak tetap (GTT) salah satu SMA swasta di Kecamatan Jatirejo ini pun merasa kecewa.

Sebab, pada saat mendaftar melalui sscn.bkn.go.id, dia mengaku tidak ada persyaratan tersebut. ’’Setahu saya yang ada hanya persyaratan melampirkan BAN-PT saja. Tidak menyebutkan saat lulus atau akreditasi yang sekarang,’’ katanya.

Dia tidak sendirian, puluhan bahkan ratusan pelamar lainnya juga dinyatakan tidak lolos tahapan seleksi awal CPNS hanya karena masalah BAN-PT. Secara bergiliran para pelamar tersebut juga mendatangi kantor BKD di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto.

Namun, mereka dengan berat hati harus menerima keputusan tersebut karena keputusan tidak bisa dibatalkan. ’’Hasil itu tetap tidak bisa diubah. Kerena sudah ketentuan dari Men PAN-RB,’’ tegas Kepala BKD Kota Mojokerto Endri Agus Subianto.

Menurutnya, memang ada masa sanggah setelah pengumuman hasil verifikasi administrasi CPNS Kota Mojokerto. Karena itu pihaknya memberikan kesempatan bagi pelamar yang tidak lolos untuk memberi sanggahan pada hasil seleksi tersebut.

’’Yang merasa tidak lulus dan kurang pas, kami berikan kesempatan selama dua hari,’’ ujarnya. Sesuai informasi yang diunggah melalui bkd.mojokertokota.go.id, pelamar yang gagal verifikasi berhak mengajukan pengaduan atau komplain terhitung pukul 17.00 Senin (22/10) dan ditutup Selasa (23/10) pukul 10.00.

Endri Agus mengatakan, selama dua hari tersebut, pelamar yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) berpeluang diubah menjadi memenuhi syarat (MS). Dengan catatan membawa bukti dokumen yang upload dokumen saat pendaftaran CPNS.

’’Kita diberi peluang oleh badan kepegawaian, barangkali verifikator kemarin ada yang salah. Sehingga, bisa dilakukan pembetulan,’’ tandasnya.

Menurutnya, hasil verifikasi ulang tersebut akan diusulkan kepada panitia seleksi nasional untuk diubah status kelulusan. Dan perubahan itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari panitia seleksi nasional.

’’Ada beberapa yang dilakukan pembetulan. Sore ini (kemarin) akan di-upload ke Deputi Inka (Informasi Kepegawaian) BKN. Jika semua persyaratannya benar, yang TMS bisa berubah menjadi MS,’’ pungkasnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dari total 5.239 pelamar yang mendaftar di Kota Mojokerto, Sebanyak 2.525 pelamar dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Sebagian besar tersandung akibat permasalahan akreditasi kampus.

Sementara 2.714 dapat melanjutkan untuk mengikuti tahapan seleksi kompentensi dasar (SKD) yang bakal dilaksanakan di Kediri.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia