Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dinas ESDM Jatim Identifikasi Sumur Berbau Bensin

Selasa, 23 Oct 2018 20:26 | editor : Mochamad Chariris

Petugas Dinas ESDM Provinsi Jatim mengambil sampel air di sumur milik warga di Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/10).

Petugas Dinas ESDM Provinsi Jatim mengambil sampel air di sumur milik warga di Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/10). (Abe Arsyad Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Air sumur berbau seperti bensin milik warga di Dusun Panjer, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, masih dalam tahap penelitian.

Beberapa pihak sudah terjun langsung untuk melihat kondisinya, sekaligus memeriksa kawasan sumber air sumur milik warga. Namun, sampai saat ini, penyebabnya belum bisa diketahui pasti. Bahkan, Senin (22/10) Polres Mojokerto menggandeng Dinas ESDM Provinsi Jatim untuk melakukan identifikasi berikut mengambil sampel air sumur.

Terdapat enam sumur yang dicek petugas. Rata-rata kedalamannya mencapai 7 - 8 meter. Dari keenam sumur tersebut, yang paling parah adalah sumur milik Ahmad Khoirudin.

Saat petugas mengambil sampel menggunakan timba lalu dituangkan dalam botol plastik, nampak jelas cairan hijau hampir separo dari botol plastik terpisah dari air. Sumur warga yang mengandung bau seperti bensin ini lokasinya seperti membentuk garis lurus.

Mulai dari sumur milik Ahmad Khoirudin, Isti Mersiawan, dan milik Moh. Tohir. Sementara milik Sudibyo berada di samping rumah Ahmad Khoirudin, nampak jernih dan tidak berbau. Dari banyaknya cairan hijau itu, yang paling pekat ada di sumur milik Ahmad Khoirudin.

Staf  Bidang Geologi dan Air Tanah, Dinas ESDM Provinsi Jatim, Nugroho mengatakan, untuk sementara ini, pihaknya masih sebatas mengidentifikasi. ”Kalau kita di lapangan langsung mengambil kesimpulan, kita belum bisa. Karena secara teknis, ini memang harus dipelajari dulu data-data geologi maupun untuk unsur kimia pada air sumur tersebut,” katanya.

Terkait indikasi mengarah pencemaran bahan bakar minya (BBM), pihaknya membenarkan. ”Ada memang (dugaan pencemaran, Red). Secara fisik indikasinya mengarah ke minyak (BBM, Red) itu ada,” paparnya.

Namun, Nugroho menegaskan, pihaknya belum bisa mengetahui persis jenis BBM-nya. Apakah solar, pertalite, pertamax atau premium. ”Kita juga harus mengkompilasi dengan hasil lab,” katanya.

Disinggung perihal indikasi kebocoran tangki tanam milik SPBU terdekat, dia kembali mengaku tidak dapat memastikan. ”Kalau kami mengatakan hal tersebut, itu terlalu dini.

Namun, kalau kita katakan mungkin ada kebocoran, bisa saja,” terangnya. Hanya, Dinas ESDM tidak bisa menjustifikasi. Tanpa ada bukti yang menunjukkan tangki tanam milik SPBU memang terdapat kebocoran.

Berikutnya, aliran air nantinya turut dicocokkan. ”Hasilnya nanti sekitar dua mingguan,” jelasnya seusai mengambil sampel di sumur milik Ahmad Khoirudin dan Isti Mersiawan. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia