Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Komunitas Investor Saham Pemula (ISP) Mojokerto

Tak Harus Orang Kaya untuk Punya Saham

Selasa, 16 Oct 2018 22:00 | editor : Mochamad Chariris

Puluhan anggota komunitas ISP saat meggelar pertemuan.

Puluhan anggota komunitas ISP saat meggelar pertemuan. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

Untuk bertarung di pasar saham, tak harus menjadi seorang ekonom andal dan kalangan kaum berdasi. Tetapi, siapa saja memiliki peluang yang sama untuk mengais rezeki di dunia saham.

Di Mojokerto, mereka menyebut dirinya, Investor Saham Pemula (ISP). Komunitas yang mempelajari dan langsung terjun ke pasar saham.

BERDIRI sejak Arpil lalu di Mojokerto, komunitas ini sudah beranggotakan 90 orang. Mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga para pekerja yang ingin mendapat penghasilan tambahan. Komunitas ini menjadi wadah sharing dan edukasi terhadap pasar saham.

Para pelaku saham ini tidak harus menggunakan alat yang canggih untuk melakukan investasi, menabung, atau trading saham. Cukup menggunakan ponsel pintar, maka sudah bisa masuk dalam pasar saham dan memilih menabung saham. Bahkan, yang menarik ternyata untuk menabung dan menanamkan modal saham kini tidak harus menggunakan modal jutaan.

’’Mulai Rp 100 ribu sudah bisa beli saham,’’ kata Heru Sutrisno, anggota ISP Mojokerto. Dengan modal yang tidak begitu besar, tak hanya orang orang kaya yang bisa membeli saham.

Ketua ISP Mojokerto Khoirul Iza Widyanto, mengatakan, menjadi investor saham hanya membutuhkan kejelian dalam membaca annual report keuangan perusahaan. ’’Jangan sampai, membeli kucing dalam karung. Karena, profit, penjualan, utang dan sebagainya, sudah tercatat sangat jelas,’’ ujarnya.

Pemuda 26 tahun asal Brangkal, Kecamatan Sooko ini, menceritakan, perusahaan-perusahaan dengan label Tbk di belakangnya, selalu terbuka bagi siapa pun yang membeli saham. ’’Nah, itu tugas kami. Agar masyarakat umum tidak mempunyai skeptis terhadap pasar saham,’’ imbuh Iza.

Bergelut di dunia pasar saham, ungkap dia, juga ikut membangun negeri ini. Karena, selalu berharap kondisi politik, dan keuangan negeri ini tetap stabil. Berbeda dengan jual beli mata uang semisal forex dan sebagainya. ’’Kalau investasi di sini, kurs rupiah turun, justru sangat senang,’’ kata dia.

Untuk profit di bisnis ini, para pelaku saham bisa memilih profit harian, mingguan, hingga tahunan. Namun, untuk pemula, disarankan terjun ke saham dengan profit tahunan. ’’Rumus dunia saham sangat jelas. High risk dan high profit,’’ terang  Iza.

Sebenarnya, investasi di pasar saham ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan mengendapkan uang di bank konvensional. Jika di bank, biasanya malah terkena potongan administrasi.  Tetapi, di investasi saham, asalkan bisa menganalisis pasar, maka keuntungan jauh lebih besar.

Hal inilah yang  di-sharing bersama komunitas ISP Mojokerto dalam setiap pertemuan. Bahkan, layaknya pialang saham andal, setiap hari selalu ada obrolan mengenai kondisi pasar nasional dan global. Informasi ini sangat penting untuk memberikan masukan kepada anggota yang hendak berinvestasi saham. 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia