Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto
Harlah Ke-28 RSI Sakinah Mojokerto

Momentum Tingkatkan Profesionalisme, Menjunjung Tinggi Kebersamaan

Senin, 15 Oct 2018 23:20 | editor : Mochamad Chariris

Jajaran kiai NU dan undangan saat mengikuti Harlah Ke-28 RSI Sakinah, Sabtu (13/10).

Jajaran kiai NU dan undangan saat mengikuti Harlah Ke-28 RSI Sakinah, Sabtu (13/10). (RSI Sakinah for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah Mojokerto telah memasuki usia 28 tahun. Sabtu (13/10) fasilitas kesehatan (faskes) swasta di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) ini memperingati hari lahirnya (harlah) di Halaman Gedung Al – Muawwanah Jalan RA Basuni, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Mengangkat tema Dengan Harlah RSI Sakinah Ke-28, Mari Kita Tingkatkan Profesionalisme. Tema ini sekaligus demi menjaga komitmen manajemen dalam hal kemaslahatan umat di bidang kesehatan sesuai cita-cita luhur para ulama terdahulu.

Direktur RSI Sakinah Mojokerto dr Akhmad Lathifi menuturkan, dengan semakin matangnya usia rumah sakit, manajemen berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Komitmen ini salah satunya diwujudkan dengan penambahan beragam fasilitas medis didukung peralatan modern, berbasis teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) profesional.

”Tujuannya tak lain untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Menjunjung tinggi kebersamaan, mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien sebagai pondasi pelayanan,” katanya.

Lathifi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dan berperan aktif. Baik melalui kerja sama maupun doa restu. Utamanya dari para sesepuh, kiai, ulama, dan keluarga besar NU se-Kabupaten dan Kota Mojokerto.

”Dukungan dan doa ini akan menjadi penguat kami dalam mewujudkan harapan RSI Sakinah. Menjadikan rumah sakit yang lebih dikenal, lebih maju, dan lebih profesional,” tandasnya.

Ketua Pengurus Perkumpulan Sakinah Mojokerto H. Mahsun Arief menambahkan, berdirinya RSI Sakinah tidak bisa dilepaskan dari gagasan para ulama yang dinakhodai KH Achyat Chalimy dan seluruh elemen masyarakat. Tepatnya pada 17 Ramadan 1410 Hijriah  atau 12 April Tahun 1990 silam. 

”RSI Sakinah harus bisa menjadi jembatan bagi generasi pemuda dalam melanjutkan perjuangan dan cita-cita luhur beliau (KH. Achyat Chalimy),” ujarnya. Optimisme memandang masa depan lebih cerah senantiasa terpatri dalam jiwa karyawan-karyawatidemi melayani pasien dengan sepenuh hati.

’’Seperti dawuh Rasulullah, barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, ke depan lebih baik dari hari ini, itulah orang baik. Ini yang selalu menjadi motivasi kami dalam melayani masyarakat,’’ ungkapnya.

Dia menambahkan, seiring memasuki usia ke-28 tahun, RSI Sakinah dituntut update mengikuti perkembangan zaman dengan segala tantanggannya. Sehingga, seluruh elemen rumah sakit tak berhenti berinovasi demi kepentingan umat. Melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan sesuai visi-misi, cepat, tepat, bermutu dan ramah. 

Dalam acara ini nampak hadir di antara undangan adalah jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten dan Kota Mojokerto, beserta perwakilan lembaga dan banom. KH. Mashul Ismail (rais syuriah kabupaten), KH. Abdul Adzim Alawy (ketua tanfidziyah kabupaten), KH. Rofi’i Ismail (rais syuriah kota) dan KH. M. Sholeh Hasan (ketua tanfidziyah kota).

Selain itu, dihadiri 21 perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan ranting NU se-Kabupaten dan Kota Mojokerto. Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin, perwakilan TNI/Polri, mitra kerja, Pengurus Perkumpulan Kesehatan Sakinah dan karyawan. Serta kiai dan para pengasuh pondok pesantren.

Kegiatan tahunan ini dipungkasi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Reza Ahmad Zahid.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia