Kamis, 15 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Lifestyle

Pasang Diamond Dental, Penampilan Serasa Jadi Perhatian

Sabtu, 13 Oct 2018 14:00 | editor : Mochamad Chariris

Penggunaan berlian pada gigi menambah percaya diri penampilan  Rusita Arismawati.

Penggunaan berlian pada gigi menambah percaya diri penampilan Rusita Arismawati. (Sita for Radar Mojokerto)

MEMPERCANTIK diri ternyata tidak hanya seputar perawatan wajah, kulit, dan rambut saja. Tambahan asesoris pada gigi juga mampu menunjang penampilan semakin mempesona.

Salah satunya dengan pemasangan diamond dental atau berlian gigi yang makin digemari kawula muda masa kini, khususnya wanita.

Ya, berlian ternyata tidak hanya dipakai sebagai perhiasan dalam bentuk kalung, cincin, gelang atau anting saja. Tren terbaru di kalangan remaja saat ini adalah pemasangan berlian pada gigi.

Banyak yang menganggap penggunaan berlian di gigi untuk memenuhi penampilan estetika mereka. Sehingga mampu mengundang perhatian banyak orang, menjadi simbol fashion, serta menjadi figur yang unik di masing-masing komunitas.

Kondisi ini yang tak dipungkiri sebagai fenomena baru dalam dunia kecantikan dan fashion. Meski telah ada sejak tahun 2012 lalu, namun pemasangan dental diamond mulai buming sejak tahun 2017 lalu.

Berbeda dengan behel yang juga difungsikan untuk menata struktur gigi, berlian gigi justru hanya difungsikan untuk perhiasan semata. Sehingga, tingkat risiko terhadap fungsi dan bentuk gigi tidak berkurang sama sekali.

Berdasarkan pengakuan pemakai, keberadaan berlian di bagian depan gigi tak ubahnya seperti perhiasan pada umumnya. Di mana, kesan gemerlap atau bling-bling dapat menyilaukan pandangan orang yang melihat. Sehingga mendukung senyum pemakainya dalam dunia pergaulan.

’’Rasanya kayak diperhatikan orang terus. Kan kitanya jadi kayak orang spesial,’’ terang Rusita Arismawati, pengguna dental diamond. Dara asli Gondang Kabupaten Mojokerto ini mengakui berlian gigi tidak banyak mengubah rasa dan cara makan sebagai aktivitas utama gigi.

Rasa janggal hanya terasa di awal-awal pemasangan saja. Namun, setelah itu, semuanya berjalan seperti sedia kala. Pun demikian pula dengan perawatan tidak ada treathment khusus dalam menjaga kualitas asesoris gigi.

Meski hanya tertempel di dinding gigi, namun perekatnya cukup kuat. Sehingga tidak mudah lepas maupun hilang. ’’Pokoknya nggak boleh makan makanan yang strukturnya keras-keras.

Seperti es batu atau tulang. Untuk kebersihannya juga nggak pakai cara khusus. Cuman disikat biasa,’’ tambahnya. Untuk satu berlian, Sita hanya menghabiskan uang tak kurang dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu.

Namun, ia mengaku tak semua giginya dipasang berlian. Hanya beberapa saja yang dinilai cukup pas dalam menunjang penampilannya. Bentuknya pun tidak melulu seperti limas, bisa juga berbentuk bintang, segitiga hingga bulatan dengan warna-warni yang mencolok.

’’Saya pilih warna kuning dan biru karena kombinasinya cocok,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia