Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Sarkofagus Ditemukan Warga di Lokasi Proyek TPA

12 Oktober 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Seorang warga menunjukkan temuan sarkofagus di lokasi proyek pebalaran TPA di Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto.

Seorang warga menunjukkan temuan sarkofagus di lokasi proyek pebalaran TPA di Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOSARI – Temuan situs struktur bangunan batu bata kuno di sekitaran proyek pembangunan pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, mulai ada titik terang.

Perlahan, situs yang penuh misteri itupun menampakan diri setelah terus dilakukan penggalian secara manual oleh warga. ’’Sifatnya sekarang ini masih kita dalami,’’ kata Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB Jatim Kuswanto.

Sejauh ini, tim BPCB terdiri dari arkeolog terus melakukan pengkajian terkait beberapa temuan yang ada. Kata dia, di lokasi yang sudah tampak di permukaan adalah struktur bangunan batu bata kuno. Dengan panjang 3 meter dan memiliki susunan hingga 22 lapis.

’’Melihat tipologinya, batu bata besar seperti itu, kental akan masa Kerajaan Majapahit,’’ tuturnya. Hanya saja, BPCB belum dapat menyimpulkan jenis temuan tersebut.

Namun, jika dilihat dari bukti-bukti petunjuk yang ada, diduga dulunya pernah menjadi tempat aktivitas penduduk masa kerajaan kuno. Apakah sifatnya permukiman atau sebatas bangunan, BPCB kembali belum dapat memastikan.

’’ Itu yang masih kita kaji saat ini,’’ tegasnya. Kuswanto menegaskan, sejauh ini pihaknya terus berupaya melakukan koordinasi dengan desa dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto.  

Apalagi, dari hasil penggalian manual yang dilakukan warga, mereka kembali menemukan sarkofagus. Benda berbahan batu andesit berbentuk lesung batu lengkap dengan tutupnya. Fungsi sarkofagus itu sendiri, lanjut Kuswanto, sebagai kuburan, peti mayat atau wadah kubur.

Sebaliknya, bisa juga temuan ini merupakan tempat yang biasa digunakan menjamas keris. Sebab, tutup dengan bentuk yang sama belum ditemukan. ’’Jadi, untuk pastinya, masih kita dalami. Sebenarnya itu fungsinya seperti apa,’’ tuturnya.

Selain batu bata merah berukuran besar, di lokasi, BPCB juga menemukan pecahan tembikar dan guci kuno. Bahkan, warga dikejutkan sebuah kerangka manusia. Kerangka mirip rahang dan tulang rusuk manusia itu ditemukan di kedalaman 1,5 meter di dalam guci.

Begitu juga dengan beberapa bagian lainnya yang mirip tulang rusuk dan jari-jari. Sayangnya, temuan itu kini banyak yang rusak akibat aktivitas perluasan pelebaran banguna TPA dan galian di sekitarnya. Nah, untuk mengantisipasi agar kerusakan tak meluas, BPCB berharap pengerjaan pelebaran proyek TPA dihentikan sementara. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia