Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Takut Mengandung Bahan Berbahaya, Parfum Mainan Dikirim ke BBPOM

12 Oktober 2018, 01: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Kapolresta AKBP Sigit Dany Setiyono menunjukkan barang bukti dua parfum mainan berbentuk pisang.

Kapolresta AKBP Sigit Dany Setiyono menunjukkan barang bukti dua parfum mainan berbentuk pisang. (Farisma Romawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Polresta Mojokerto terus melakukan penelusuran terhadap temuan produk parfum buah yang ditemukan dari SDN Kemantren 2, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/10).

Petugas menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto guna mengetahui kandungan cairan dalam kemasan berbentuk pisang itu.

Kepala Dinkes Kota Mojokerto Ch Indah Wahyu mengungkapkan, pihaknya memang telah menerima sejumlah sampel parfum dari Polresta.

Untuk mengetahui lebih lanjut bahan apa yang terkandung dalam botol berwarna kuning itu, kemarin (10/10) dinkes mengirimkan sampel ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya.

”Kita dimintai bantuan Polresta untuk melakukan identifikasi, dan itu harus didukung sarana dan prasarana yang memadai. Sehingga kita kirim ke BBPOM,” ungkapnya.  

Sebelumnya, dinkes juga telah melakukan screening terhadap sampel parfum di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto. Namun, Indah enggan menyebutkan secara rinci terkait hasil tes awal tersebut. ”Hasilnya seperti apa kita belum tahu,” ujarnya.

Oleh karena itu, guna memastikan kandungan zat yang ada dalam cairan kemasan parfum spray tersebut, dinkes memilih untuk menunggu hasil uji laboratorium BBPOM.

Upaya itu dilakukan karena sampel yang diamankan dari penjual mainan anak-anak tersebut dikhawatirkan mengandung bahan yang berbahaya. Pasalnya, Selasa (9/10) lalu salah satu siswa SDN Kemantren 2 yang sempat mengalami gejala lemas sesaat setelah menyemprotkan parfum ke dalam mulutnya.

Di samping itu, parfum yang dibenderol Rp 2 ribu  per biji itu juga tanpa dilengkapi label, izin edar, maupun keterangan penggunaan. Sehingga keamanannya masih patut dipertanyakan.

”Ini kan untuk mewaspadai saja. Kita tidak tahu hasilnya yang positif di sana (BBPOM) nanti apa saja,” ujarnya. Indah menambahkan, paling lambat hasil uji laboratorium dapat diketahui kurang lebih dua pekan mendatang.

Apa pun hasilnya, akan dikoordinasikan dengan Polresta. Apakah bahan tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. ”Kita hanya membantu melakukan pemeriksaan saja, nanti yang berhak menjelaskan hasilnya dari Polresta,” pungkasnya. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia