Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kabar Parfum Mainan Mengandung Narkoba Adalah Hoax

Rabu, 10 Oct 2018 21:22 | editor : Mochamad Chariris

Polresta Mojokerto membantah temuan mainan berbentuk pisang mengandung hoax adalah berita bohong.

Polresta Mojokerto membantah temuan mainan berbentuk pisang mengandung hoax adalah berita bohong. (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Meski informasi perihal temuan mainan pisan berisi narkoba yang tersebar adalah hoax, bukan berarti penyelidikan terhadap parfum tersebut berhenti.

Pasalnya, polisi menduga mainan tersebut masih bersifat berbahaya bagi kesehatan anak-anak sebagai sasaran. Hal tersebut tak lepas dari kualitas produk dan cara pemakaian yang tidak dicantumkan dalam kemasan.

Dari hasil pemeriksaan polisi, selain bentuk kemasannya yang mirip buah pisang, parfum tersebut juga beraroma seperti buah, namun sangat menyengat. Sehingga bagi anak kecil, aroma dan bentuknya cukup menarik perhatian untuk dibeli.

Di dalam kemasan parfum juga tidak ditemukan label. Baik itu merek, izin edar, zat yang terkandung, hingga cara pemakaiannya alias kosongan. Sehingga cukup membingungkan konsumen. Apalagi di kalangan anak-anak dan siswa yang belum cukup paham soal aturan pakai.

’’Kita menduganya ini buatan home industry. Karena memang tidak ada label yang jelas. Pasti kita koordinasikan bersama dinas kesehatan (dinkes) untuk meminimalisir peredarannya,’’ kata Kapolresta AKBP Sigit Dany Setiyono, Kapolresta Mojokerto.

Ya, dari hasil identifikasi, parfum tersebut oleh salah seorang siswa SDN Kemantren 2, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/10) memang tidak disemprotkan ke tubuh atau pakaian. Melainkan justru disemprotkan ke dalam mulut seperti halnya meminum cairan kemasan.

Sehingga sesaat setelah diminum, terdapat reaksi hingga mengakibatkan fisik sang murid menjadi lemas tak berdaya. Lalu, oleh guru, siswa tersebut di bawa ke ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) untuk diobati.

Dan selang beberapa menit kemudian, kesehatannya bisa kembali pulih untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia