Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Bantu Korban Gempa dan Tsunami, Pemkot Rogoh Anggaran Tak Terduga

09 Oktober 2018, 23: 35: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

: Seorang fotografer tengah menggalang dana di kawasan CFD, Alun-Alun Kota Mojokerto, Minggu (7/10) pagi

: Seorang fotografer tengah menggalang dana di kawasan CFD, Alun-Alun Kota Mojokerto, Minggu (7/10) pagi

MOJOKERTO – Rentetan bencana gempa tiga bulan terakhir ini menarik empati pemkot. Sumbangan dana segar bakal segera ditransfer ke Palu dan Lombok guna mengurangi beban penderitaan korban gempa.

Demikian disampaikan Sekdakot Mojokerto Harlistyati. ’’Kami akan berikan bantuan dana ke Pemkot Palu dan Lombok untuk meringankan beban korban gempa,’’ ujarnya.

Dijelaskannya, bantuan dana segar itu bakal dikirimkan ke rekening Palu, Sigi dan Donggala, serta Lombok. Besarannya masing-masing mencapai Rp 200 juta. ’’Segera kami kirimkan untuk Palu Rp 200 juta dan Lombok Rp 200 Juta. Dana ini bersumber anggaran tak terduga tahun 2018,’’ jelas Harlistyati.

Pihaknya mengaku berduka sekaligus berempati terhadap bencana alam gempa-tsunami yang terjadi tiga bulan terkahir ini. Bulan Agustus lalu, terjadi gempa di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Akhir September terjadi gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah. ’’Semoga bantuan ini mampu meringankan,’’ tambah dia.

Sementara itu, puluhan pencinta fotografi yang tergabung dalam sejumlah komunitas fotografi Mojokerto, juga menggelar aksi penggalangan dana untuk korban bencana gempa di Palu, Sulawesi Tengah, saat Car Free Day (CFD), Minggu (7/10) pagi. Selama dua jam berlangsung, dana yang terkumpul mencapai Rp 7 juta-an.

Di sekitaran Alun-Alun Kota Mojokerto, para fotografer itu tak malu-malu menyodorkan dos bantuan ke sejumlah orang yang melintas. Langkah penggalangan dana ini berlangsung selama dua jam lebih.

Seorang fotografer, Nur Basuki, mengatakan, aksi penggalangan dana yang dilakukan kali ini, sebagai bentuk kepedulian komunitasnya terhadap bencana yang terus mendera negeri ini. ’’Kami turut berduka atas bencana di negeri ini. Kami ikut merasakan dan mencoba meringankan beban saudara-saudara kita di Palu dan Donggala,’’ ungkapnya

Nur basuki menambahkan, bencana yang sangat besar, tentu menjadi peluang yang apik bagi seorang fotografer. Karena, mampu mendapatkan gambar yang sangat langka. Akan tetapi, turunnya bencana tak pernah diharapkan para pemburu foto tersebut.

’’Untuk hasil gambar memang bagus. Tapi, kami tidak pernah mengharap ada bencana,’’ jelas pensiunan PNS di lingkungan Pemkab Mojokerto tersebut. Sementara itu, selain melibatkan puluhan fotografer, aksi galang dana untuk kemanusiaan ini juga menghadirkan Gus Yuk Kota Mojokerto.

Pelibatan mereka untuk menarik perhatian para pengguna jalan dan masyarakat yang menikmati CFD tiap pekan itu. Untuk dana yang terkumpul saat penggalangan kemarin, akan disumbangkan ke lembaga penyalur bantuan. Rencananya, langsung akan dibelanjakan berupa sembako dan kebutuhan sekolah. 

(mj/ron/fen/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia