Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Santap Makanan Hajatan, Warga Alami Keracunan Masal

Jumat, 05 Oct 2018 13:26 | editor : Mochamad Chariris

Seorang ibu mendampingi putrinya yang diduga mengalami keracunan di Desa Karangkuten, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto.

Seorang ibu mendampingi putrinya yang diduga mengalami keracunan di Desa Karangkuten, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Puluhan warga di Dusun Sukomanggu,  Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto diduga mengalami keracunan masal usai mengonsumsi makanan hajatan tahlilan rutin Kamis (4/10) petang.

Mereka mengeluhkan mual-mual, kepala pusing hingga mengalami muntah-muntah. "Ini (dugaan keracunan, Red) terjadi setelah makan nasi berkat (bingkisan) tahlil dari rumah Roaini (warga setempat)," ungkap Susiami, 32, salah satu warga.

Pembacaan doa dan tahlil ini memang biasa digelar rutin oleh warga setempat setiap bulan, dan bergiliran dari rumah ke rumah. Dia menceritakan, seusai mengikuti tahlil pada pukul 17.00, satu per satu jamaah mendapat bingkisan berisi makanan dari tuan rumah.

Setibanya di rumah, semula warga belum mengeluhkan apa pun. Namun, setelah makanan tersebut disantap bersama keluarga masing-masing, baru sekitar pukul 18.30 mereka merasakan mual-mual, pusing-pusing disertai muntah-mutah. "Anak saya juga mengaku pusing dan terlihat pucat," ungkapnya.

Seketika itu dia melarikan anaknya ke Puskesmas Jatirejo. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan (faskes) tingkat kecamatan ini, dia mengetahui bukan hanya anaknya mengalami dugaan keracunan. Terdapat puluhan warga sebelumnya juga mengikuti tahlil merasakan hal serupa.

"Ada juga puluhan warga yang dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet untuk mendapat pertolongan medis," terangnya. Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Slamet menyatakan, warga yang mengalami dugaan keracunan ini diperkirakan mencapai puluhan orang. "Kurang lebih ada 22 korban dibawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Namun, dia belum memastikan berapa jumlah pasti korban. "Dari analisa dokter rumah sakit, dugaan sementara karena keracunan makanan. Tapi, sekarang masih kita dalami," tandasnya.

Dia menyebutkan, puluhan korban yang semula dilarikan ke Rumah Sakit Sumberglagah Pacet, 21 orang di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. ”Sedangkan satu orang lainnya masih dirawat di rumah sakit,” tandas Slemet.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia