Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Jariyah Jamaah Masjid Senilai Jutaan Rupiah Dicuri

Kamis, 04 Oct 2018 16:30 | editor : Mochamad Chariris

Seorang jamaah menunjukkan sisa kaki kotak amal yang ditinggal pelaku di Masjid Nurul Huda, Dusun Daleman Utara, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Seorang jamaah menunjukkan sisa kaki kotak amal yang ditinggal pelaku di Masjid Nurul Huda, Dusun Daleman Utara, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (Imam Maliki for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pencurian kotak amal masjid kembali kambuh. Kamis (4/10) dini hari giliran pelaku menyasar Masjid Tiban Nurul Huda di Dusun Daleman Utara, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Warga setempat menyebutkan, dari balik kotak amal ini, pelaku diduga berhasil merogoh uang jariyah para jamaah masjid di kisaran antara Rp 4,7 juta hingga Rp 7 juta. Di dalam masjid, pelaku hanya meninggalkan kaki kotak amal yang terbuat dari kayu. Sedangkan, rangkaian kotak amal beserta isinya dibawa kabur.

Imam Maliki, warga setempat menyebutkan, pencurian kotak amal ini pertama kali diketahui oleh jamaah salat Subuh. Saat akan menunaikan salat berjamaah mereka dikejutkan dengan rangkaian kotak amal yang tinggal menyisakan kaki kotak amal di teras masjid. Curiga dengan temuan ini, mereka lantas mengecek, dan mengetahui badan kotak amal beserta isinya sudah lenyap.

”Para jamaah masjid menyebutkan, kejadian itu diketahui saat akan berlansung salat Subuh berjamaah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Belum diketahui pasti berapa nilai uang kotak amal yang dibawa kabur pelaku. Namun, dari kalangan takmir dan jamaah masjid menduga, kotak amal yang dibongkar pelaku isinya ditaksir mencapai jutaan rupiah.

”Kabarnya antara Rp 4,7 juta hingga Rp 7 juta. Lha kotak itu belum dibuka lagi sejak dua bulan lebih,” paparnya. Dia menyebutkan, pencurian kotak amal yang mengejutkan jamaah ini bukanlah yang pertama kali. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, masjid setempat pernah mengalami hal serupa.

”Belum diketahui pasti berapa orang pelakunya. Namun, saat pelaku melakukan pencurian, kabarnya ada seorang jamaah perempuan mendengar suara berisik dari dalam masjid. Cuma, dia tidak berani mengecek. Apakah itu suara dari pelaku saat mencuri atau bukan,” pungkasnya.

Untuk memastikan nilai uang kotak amal dan pengamanan dalam masjid ke depan, warga setempat bersama takmir masjid masih akan kembali menghitung dan mengevaluasi. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia