Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gudang Industri Miras Oplosan Digerebek Polisi

30 September 2018, 07: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Dua anggota kepolisian saat mengamankan puluhan drum berisi miras yang digerebek.

Dua anggota kepolisian saat mengamankan puluhan drum berisi miras yang digerebek. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Peredaran hingga produksi minuman keras (miras) di Kabupaten Mojokerto tergolong masih cukup tinggi.

Buktinya, belum satu tahun ini saja polisi telah membongkar praktik pembuatan minuman beralkohol ilegal tersebut. Terbaru, Polres Mojokerto menggerebek home industry miras oplosan di Dusun Ngembul, Desa Punggul, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.

Di rumah kontrakan milik Sukinah warga setempat, disinyalir para pelaku sudah memproduksi ratusan hingga ribuan kemasan botol 1,5 liter miras yang telah diperjualbelikan secara bebas. ’’Kalau tujuh bulan saja ada,’’ ujar Hasyim, salah satu warga saat di lokasi, Jumat (28/9) malam.

Menurut Hasyim, rumah sekaligus tempat produksi miras yang dihuni Heru Susanto, warga asal Desa Watukenongo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto bersama keluarganya diduga sudah berlangsung sejak Februari lalu.

Awalnya, produksinya berjalan mulus meski lokasi rumah berada di tengah permukiman. Namun, praktik ilegalnya lambat waktu terbongkar. Itu setelah warga mencuriga bau menyengat yang kerap ditimbulkan dari dalam gudang belakang rumah.

’’Setelah lama diselidiki warga, ternyata rumah ini dimanfaatkan untuk produksi miras oplosan. Apalagi, limbahnya juga mencemari pertanian dan sumur warga,’’ tandasnya. Warga setempat sudah beberapa kali mengingatkan, namun tak digubris. Hingga akhirnya Jumat (28/9) malam kemarahan warga memuncak.

Mereka beramai-ramai meluruk dan mengepung rumah tersebut. Gesekan hampir terjadi. Beruntung, pihak kepolisian cepat datang ke lokasi. Ratusan personel Polres Mojokerto dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan mengamankan lokasi.

’’Saat kami cek, di belakang rumah memang sedang memproduksi miras,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Lonardus Simarmata saat memimpin penggerebekan.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mendapati barang bukti produksi miras. Di antaranya, 107 drum berisi frermentasi gula dan ragi, 57 drum kosong, 96 elpiji, satu tandon kosong ukuran 550 liter, satu tandon kosong berukuran 1.100 liter, dan 4 unit mesin sulingan miras.

Selain itu, polisi menyita satu tandon berukuran 1.100 berisi arak liter siap jual, satu mobil pikap L 300 nopol K 1935 WD, satu mobil Daihatsu Grand Max nopol S 1342 NN, dan satu mobil Honda Jazz nopol AD 1342 JA. Ketiga kendaraan ini diketahui sebagai alat transportasi pengiriman barang haram.

’’Ada 756 liter arak siap edar yang sudah dikemas dalam 65 kardus, tinggal kirim saja. Posisinya sudah di atas pikap,’’ jelas Kapolres. Selain itu, di lokasi tempat kejadian perakara, polisi juga mendapati 50 kilogram ragi, satu sak ragi bubuk, lima sak gula pasir yang diduga kuat sebagai komponen (campuran) bahan baku pembuatan miras.

Termasuk 1 bungkus fermipan. ’’Obat pengambang kue ini diduga salah satu komponennya,’’ imbuh perwira dengan dua melati di pundak tersebut. Untuk proses penyelidikan, polisi mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

Selain itu, petugas juga mengamankan sembilan orang diduga karyawan produsen miras. ’’Mereka statusnya karyawan,’’ terangnya. Meski demikian, sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan kapasitas produksi home industry miras tersebut. ’’Begitu juga dengan pola dan distribusinya, nanti kita pastikan,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia