Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Perubahan Jadwal Pengaruhi Mental Badai Biru

28 September 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tim Persem Mojokerto

Tim Persem Mojokerto (Persem for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Jelang leg kedua Liga 3 zona Jawa melawan Persikasi Bekasi, Persem Mojokerto terus diburu persiapan.

Tidak hanya membenahi komposisi tim yang masih kekurangan pemain, Laskar Damarwulan juga terus dikejar dengan penyesuaian jadwal latihan sebelum bertolak menuju Bekasi. Penyesuaian ini tak lepas dari belum adanya kepastian jadwal pertandingan leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Patriot Bekasi tersebut.

Ya, seusai leg pertama digelar Senin (24/9) di Gelora A. Yani Kota Mojokerto, manajemen dan panpel Persikasi sempat mendatangi manajemen Persem untuk membahas rencana pertandingan kedua.

Di mana, dalam pertemuan itu, Laskar Bendo Item sempat mengutarakan soal rencana pengunduran jadwal pertandingan. Dari yang semula digelar Senin (1/10) diundur dua hari atau menjadi hari Rabu (3/10).

Rencana tersebut tak lepas dari belum keluarnya izin keamanan oleh pihak kepolisian setempat. Tidak adanya izin ini tak lepas dari perkembangan situasi keamanan Kabupaten Bekasi terhadap perkembangan politik.

Di mana, di hari yang sama, bersamaan pula dengan hari pertama musim kampanye Pileg dan Pilpres 2019 dimulai. ’’Ya, kemarin kita sudah ada pembicaraan dengan manajemen Persikasi soal rencana perubahan jadwal. Cuman sampai sekarang belum ada keputusan pasti. Kita menunggu konfirmasi dan kepastian itu,’’ tutur Hartono, pelatih Persem.

Akibat ketidakpastian jadwal ini, praktis berimbas pada proses latihan dan persiapan Persem untuk leg kedua. Terutama soal jadwal keberangkatan mereka menuju Stadion Wibawa Mukti yang juga ikut-ikutan berubah.

Realita ini dinilai dapat mengganggu stabilitas mental, sehingga memengaruhi performance David Aprilianto dkk selama 90 menit bertarung di lapangan. Di mana, krisis pemain yang dialami memaksa Persem harus berhemat energi agar tidak mudah dikalahkan.

’’Lha ya itu. Kalau memang ada kepastian digelar tanggal 1 Oktober, berarti kita berangkat hari Sabtu (29/9). Tapi, kalau hari Rabu (3/10), berarti kita berangkat hari Senin (1/10),’’ imbuhnya.

Sebelumnya, tim Badai Biru sempat mengalami dilema soal empat pemainnya yang tidak bisa tampil. Di mana, kembalinya empat pemain tim Pra-PON ke pangkuan Laskar Damarwulan memantik reaksi manajemen PON Jatim dalam mengeluarkan perintah larangan bermain kepada mereka.

Larangan tersebut disinyalir lantaran belum ada pembahasan lanjutan tentang kontrak kerja sama antara Persem dengan tim Pra-PON dalam hal meningkatkan kualitas skill pemain. 

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia