Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Mampu Bahagiakan Keluarga, Petani Gantung Diri

Jumat, 28 Sep 2018 17:25 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Jawapos.com for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Ketenangan warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto mendadak gempar. Durawi, 58, warga setempat diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Tubuh petani ini menggantung di sebuah pohon petai di depan kandang sapi milik tetangganya, Slamet, 45, menggunakan seutas tali plastik. Belum diketahui pasti apa motif di balik korban mengakhiri hidup dengan cara tidak wajar tersebut.

Namun, kepolisian menyebut korban diduga mengalami depresi. ’’Dugaan awal, korban depresi karena tidak bisa membahagiakan keluarga,’’ ungkap Kasubbaghumas Polres Mojokerto, AKP Zainal Abidin, kemarin.

Di sisi lain, lanjut Zainal, korban disinyalir mengalami tekanan batin semenjak istrinya meninggal beberapa tahun lalu. Dugaan kuat itu setelah polisi mendapati informasi dari pihak keluarga dan tetangga.

Di mana, korban seringkali terlihat murung dan mengingat almarhumah istrinya. Sehingga, karena diduga tidak kuat mengendalikan emosionalnya pada Rabu (27/9) malam dia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

’’Mungkin dengan cara ini dianggap bisa menyusul istrinya. Padahal, tidak seharusnya diselesaikan seperti ini (gantung diri),’’ tandasnya. Gantung diri ini kali pertama diketahui Slamet sekitar pukul 22.30. Saat itu, dia hendak memberi makan sapi ternaknya dan mencurigai ada seutas tali plastik warna putih di dekat kandang sapi dengan posisi menggelantung.

Saat dicek, dia justru dikejutkan dengan posisi korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan seikat tali di leher dikaitkan pohon petai. ’’Korban sudah meninggal dalam kondisi leher terikat tali plastik terkait pohon,’’ ujarnya. Peristiwa ini seketika membuat geger warga setempat.

Slamet lantas malapor ke kepala dusun (kadus) Sofi’i yang diteruskan ke Mapolsek Gondang untuk kepentingan penyelidikan. Meski diketahui posisi hidung mengeluarkan darah diduga akibat ada pembulu darah pecah, hasil penyelidikan polisi tidak ditemukan ada tanda-tanda penganiayaan atau unsur pidana.

Dugaan awal, korban nekat gantung diri dipicu masalah pribadi. Seperti pengakuan para saksi kepada petugas. ’’Bagi keluarga korban ini dianggap murni musibah. Mereka juga jenazah korban dilakukan visum,’’ pungkas Zainal.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia