Minggu, 16 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mata Lensa

Satu Manusia Seribu Wajah

24 September 2018, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Penari Sujopo Sumarapurbo menghadirkannya dalam satu tubuh di altar Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Penari Sujopo Sumarapurbo menghadirkannya dalam satu tubuh di altar Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

RUPA-RUPA wajah dalam panggung kehidupan menggambarkan karakteristik manusia dalam lakon kehidupan. Ada karakter antagonis, protagonis, tritagonis dan jenaka.

Itu adalah warna-warni dalam kehidupan. Penari Sujopo Sumarapurbo menghadirkannya dalam satu tubuh di altar Petirtaan Jolotundo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Selasa (18/9) lalu.

Sujopo mengemasnya lebih modern di depan ribuan pengunjung di tengah ritual Ruwat Tirta sumber air dari empat penjuru Gunung Penanggungan. Tari seribu topeng tersebut menampilkan ragam karakter.

Di antaranya adalah Panji Asmoro Bangun, Dewi Sekartaji, Klana Sewandana, Bapang hingga karakter pentul yang jenaka dan mengundang tawa ribuan pengunjung. Bahkan, ada penonton yang nekat naik ke altar untuk sekadar memberi saweran.

Tarian etnik nan sakral ini dikemas lebih segar dan modern oleh Sujopo Sumarapurbo. Pria kelahiran 1950 tahun lalu itu sangat piawai dan selalu menjiwai dari karakter satu kekarakter berikutnya secara totalitas.

Meski umurnya hampir 70 tahun, namun tubuhnya masih terlihat kekar. Ia masih aktif meloncat ke nanan dan ke kiri demi memerankan figur karakter topeng yang dikenakan.

Memang, pria asal Oro-Oro Ombo Kota Batu tersebut setiap tahun selalu hadir dalam ritual di Petirtaan Jolotundo. Selain mementaskan tari topeng, ia juga menyucikan diri di petirtaan peninggalan Raja Airlangga setiap Bulan Sura tiba.

(mj/fan/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia