Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Gali Pondasi TPA, Temukan Batu Bata Kuno

Sabtu, 22 Sep 2018 17:00 | editor : Mochamad Chariris

Warga menujukkan temuan batu bata kuno di area proyek TPA di Desa Belahan Tengah, Kec. Mojosari

Warga menujukkan temuan batu bata kuno di area proyek TPA di Desa Belahan Tengah, Kec. Mojosari

MOJOSARI – Struktur bangunan batu bata kuno ditemukan di sekitar proyek pembangunan pelebaran tempat pembuangan akhir (TPA) di Dusun Sambeng, Desa Belahan Tengah, Kecamaatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/9).

Untuk meneliti lebih dalam sekaligus memastikan apakah tempat tersebut diduga kawasan situs, untuk sementara pengerjaan proyek dihentikan. ’’Proyeknya kita hentikan dulu,’’ ungkap Kades Belahan Tengah, Senedi.

Penghentian pengerjaan proyek ini untuk menghindari terjadinya kerusakan pada batu bata merah yang diduga sebagai peninggalan era Kerajaan Majapahit. Apalagi, batu bata yang memiliki ukuran besar dari biasanya tersebut tertata rapi.

Seperti sebuah bangunan candi yang lama terkubur. ’’Jangan sampai akibat pengerjaan proyek TPA ini malah merusak situs,’’ tegasnya. Di tengah penghentian proyek, perangkat desa akan melakukan koordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan.

Surat pemberitahuan atas penemuan struktur batu bata kuno ini juga akan dikirim pada Senin (24/9) lusa. Sehingga, kesimpulannya apakah pengerjaan proyeknya dilanjutkan atau tidak, pemerintah desa lebih menunggu keputusan dari BPCB dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai pemangku proyek.

Dengan demikian, jika nantinya memang temuan ini tergolong benda cagar budaya (BCB) yang harus dijaga dan dirawat, bukan tidak mungkin pembangunan TPA dihentikan dan dialihkan ke tempat lain. ’’Sisi utara kan juga masih lebar. Ya, setidaknya untuk menghidupkan kembali cagar budaya,’’ tandasnya.

Apalagi, sebut Senedi, lokasi penemuan ini kental dengan cerita rakyat yang belakangan berkembang di tengah masyarakat. Dugaan itu juga diperkuat atas keberadaan Makam Sentanan atau sebagai tempat berkumpulnya orang zaman dulu.

’’Dugaan kami ini patirtaan. Seperti ada kolam. Karena saya lihat ada seperti struktur bangunan luas. Bahkan, kata budayawan kepada saya, luasannya diperkirakan mencapai hektaran,’’ bebernya. Selain stuktur batu bata kuno, sebelumnya warga kerap menemukan benda-benda antik.

Semacam arca, batu andesit, kendi, hingga uang koin kuno. Senedi menjelaskan, batu bata merah berukuran lebih besar ini kali pertama ditemukan seorang pekerja proyek saat melakukan penggalian tanah untuk pondasi TPA. Saat ditemukan, sekilas hanya terlihat sebuah batu bata yang tertata rapi.

Namun, karena penasaran, dia memilih untuk menghentikan penggalian dan mengambil batu bata. ’’Setelah diukur, batu bata ini memiliki lebar 20 cm dengan panjang 30 cm,’’ pungkasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia