Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Kapolresta: Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku Kejahatan

Jumat, 21 Sep 2018 23:55 | editor : Mochamad Chariris

Kapolresta: Tidak Ada Ampun Bagi Pelaku Kejahatan

MOJOKERTO – Pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2018 benar-benar dimanfaatkan petugas kepolisian untuk meringkus pelaku tindak kejahatan.

Setelah sehari sebelumnya, Polres Mojokerto menunjukkan 36 tersangka dari 43 kasus yang berhasil diungkap, kemarin (20/9) giliran Polresta Mojokerto melakukan hal yang sama.

Membawahi wilayah hukum di 6 polsek di kawasan kota dan kabupaten, mereka memamerkan tak kurang dari 27 tersangka yang ditangkap selama operasi. Mereka terdiri dari 14 pelaku kejahatan konvensional, dan 13 lainnya merupakan tersangka kasus narkoba.

Untuk tindak kriminal konvensional, 14 tersangka itu diringkus berdasarkan 7 laporan. Terdiri dari 5 kasus. Di antaranya, pencurian dengan pemberatan (3 kasus), pencurian kendaraan bermotor (1 kasus), perampasan (1 kasus), penipuan (1 kasus), dan pencurian biasa (1 kasus).

Sedangkan kasus narkoba, dari 13 tersangka yang dibekuk berasal dari 12 laporan. Polisi juga mengamankan 11 gram sabu-sabu dan 750 butir pil koplo atau dobel L.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono menjelaskan, tidak ada ampun bagi mereka yang terbukti dengan sengaja melakukan tindak kejahatan di wilayah hukumnya. Meski hanya berupa tindak krimimal biasa, bukan berarti tidak ada jeratan hukum.

Jeratan tersebut sebagai efek jera kepada siapapun agar tidak bertindak atau mengulangi perbuatannya kembali. ’’Kita sudah sampaikan kepada masyarakat dengan cara memasang banner imbauan di sejumlah titik rawan untuk mencegah adanya tindak kejahatan,’’ terangnya.

Dari sejumlah kasus yang telah ditangani, petugas mengidentifikasi kawasan kabupaten di utara Sungai Brantas sebagai wilayah yang paling rawan kriminalitas. Seperti curanmor dan pencurian dengan pengerusakan hingga mengakibatkan korban mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Di mana, dari 7 kasus tersebut, 4 di antaranya berada di Kecamatan Jetis, Gedeg, Kemlagi dan Dawarblandong. Kenyataan ini yang menjadi atensi polresta untuk lebih memperketat wilayahnya dari tindak kejahatan apa pun bentuknya.

’’Kita juga sampaikan kepada masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas keamanan,’’ pungkasnya.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia