Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Features
Paraih Juara Lomba Videografi Asian Games 2018

Editing Pakai Komputer Spesifikasi Standar Milik Ayah

Jumat, 21 Sep 2018 23:07 | editor : Mochamad Chariris

Bima menujukkan trofi dan piagam penghargaan dari ajang kompetisi di tingkat Nasional.

Bima menujukkan trofi dan piagam penghargaan dari ajang kompetisi di tingkat Nasional. (Bima for Radar Mojokerto)

Mendapat tiket gratis pulang pergi (PP) ke luar negeri menjadi impian semua orang. Salah satunya, Bima British Junior, siswa SMAN 1 Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Bermodal kemampuan di bidang vidiografi dan sutradara, pelajar asal Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, ini berhasil menyabet juara satu di ajang merekam momen Asian Games 2018 lalu.

TIDAK ada yang menyangka, meski usianya masih muda, ternyata segudang prestasi dimiliki pelajar XII MIPA SMAN 1 Mojosari ini. Bagaiaman tidak, bermodal ketekunan dan bakat yang dimilikinya, remaja kelahiran Mojokerto, 6 November Tahun 2000 silam ini sudah meraih sederet prestasi tingkat Nasional.

Sejumlah piagam penghargaan dan trofi pun diraih . Terakhir, dia berhasil menyabet juara satu di ajang film pendek yang digelar Radio Sonora FM Jakarta, sebagai peserta umum. Dari tema: Kompetisi Merekam Momen Asian Games 2018, Bima memilih judul: Torch Rely AG18 – Blitar.

Film berdurasi tiga menit itu mendiskripsikan tentang kemeriahan dan kehebohan pawai obor Asian Games 2018 di Blitar. ’’Tempat yang saya ambil (gambar) kebetulan di Makam Bung Karno, Presiden RI pertama dan kantor wali kota,’’ katanya.

Pemilihan lokasi pengambilan video, sebenarnya hanya kebetulan saja. Saat itu, Bima diundang khusus untuk menghadiri kegiatan pawai obor AG-18 di Blitar mewakili pelajar. ’’Kebetulan ada kompetisi yang temanya pas. Akhirnya saya ikutkan,’’ tuturnya.

Kompetisi ini sebagai ajang mengasah skill. Apalagi, membuat karya film pendek sudah menjadi hobinya sejak dari bangku SMP. Di sisi lain, event ini juga untuk mengukur kemampuannya di tingkat Nasional. Ternyata, keberuntungan benar-benar berpihak.

Meski dengan keterbatasan sarana prasarana, Bima berhasil menyisihkan ratusan peserta se-Indonesia yang mememiliki berbagai latar belakang.Termasuk diikuti videografer dan sutradara profesional. ’’Tapi, kalau menang ya senang sekali. Apalagi bisa berlibur terbang ke Hongkong gratis,’’ terangnya.

Tidak mudah memvisualkan semua konsep itu ke dalam video atau film pendek. Dia menceritakan, dibutuhkan satu minggu untuk menyelesaikan ide kreatif tersebut. Itupun saat proses editing, kerap bongkar pasang untuk bisa mengasilkan karya yang luar biasa.

Belum lagi komputer sebagai proses editing yang dia pinjam dari ayahnya spesifikasi sangat standar. Aplikasi editing vidionya juga yang biasa. Tak heran, di tengah proses berlangsung kerap terjadi lag atau lemot. Namun, dengan hasil yang maksimal, Bima mengaku bangga dan percaya diri dengan kemampuannya sekarang.

’’Bukan berarti saya puas sampai sebatas ini. Tapi, setidaknya ini sebagai semangat baru saya. Hitung-hitung buat motivasi teman-teman pelajar juga,’’ tandasnya. Meski prosesnya cukup panjang, dia mengaku sangat menikmati.

Apalagi, saat pengumuman pemenang dilansir pada 10 September lalu melalui media sosial (medos), Twitter, Bima dinyatakan sebagai pemenang kompetisi film pendek merekam Momen Asian Games tingkat Nasional itu. ’’Film pendek yang saya hasilkan ini termasuk karya ke delapan yang berhasil menjuarai di tingkat Nasional,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia