Rabu, 24 Oct 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasutri Ini Sudah Sembilan Kali Mencuri Handphone

Rabu, 19 Sep 2018 03:00 | editor : Mochamad Chariris

Tersangka Agus Joko Nugroho saat diamankan di Polres Mojokerto.

Tersangka Agus Joko Nugroho saat diamankan di Polres Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Polisi kembali membekuk komplotan spesialis pencurian dengan pemberatan yang melibatkan pasangan suami istri (pasutri).

Tersangka Eli Almaria saat diamankan di Polres Mojokerto.

Tersangka Eli Almaria saat diamankan di Polres Mojokerto. (Khudori/Radar Mojokerto)

Kedua tersangka ini diketahui telah beraksi di sembilan tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Mojokerto. Meliputi, di wilayah Kecamatan Jatirejo, Gondang, dan Dlanggu. Mereka adalah Agus Joko Nugroho, 35, dan Eli Almaria, 27, warga Desa Mergopatut, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menuturkan, penangkapan tersangka sebelumnya tak lepas dari laporan Supri, 35, warga Desa Centong, Kecamatan Gondang. Bermodal keterangan korban sekaligus mengantongi ciri-ciri kedua tersangka, tak lama polisi lantas menangkap keduanya di Jalan Raya Desa Centong, Kecamatan Gondang pada Senin (17/9) malam.

’’Dari tangan mereka kami mengamankan dua unit handphone (HP) hasil kejahatan,’’ tuturnya. Dua unit HP merek Xiaomi dan Andromex tersebut diduga hasil curian di kawasan Gondang dan Dlanggu. Polisi juga mendapati sepeda motor Suzuki Shogun. Motor tanpa dilengkapi nopol ini tak lain sebagai sarana kedua pelaku dalam melancarkan aksinya.

Fery menduga, kedua tersangka selalu bekerja sama saat melakukan pencurian. Modusnya, terlebih dulu keliling dari kampung ke kampung untuk mencari sasaran. Mereka juga membagi peran. Saat sudah menemukan target, Agus berperan mengalihkan perhatian korban.

Sementara, Eli bertugas mengeksekusi HP curian. Begitu ada kesempatan, Eli masuk ke dalam rumah atau toko milik korban dan menyabet HP yang biasa ditaruh atau sedang dalam posisi di-charger.

Fery menegaskan, untuk sekali mencuri, pasutri ini dikenal lihai mengelabui setiap korbannya. Mereka tak jarang berpura-pura menjadi tamu. ’’Kadang seolah menanyakan alamat dan membeli sesuatu di toko, jika korbannya jualan,’’ bebernya. Bersama barang bukti, keduanya dibawa ke Mapolres Mojokerto untuk kepentingan penyelidikan.

Pasutri ini juga lansung dilakukan penahanan. Hasil pemeriksaan, para tersangka memang dikenal spesialis pencurian dengan pemberatan. Bahkan, mereka diduga sudah beraksi di 9 TKP. ’’Yang terdeteksi itu pencurian di Gondang, Jatirejo, dan Dlanggu. Untuk lainnya dalam proses pengembangan,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia