Rabu, 19 Dec 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Pelajar Dirazia, Ditemukan Jimat, Obeng, dan Sajam

18 September 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Sejumlah pelajar yang tepergok bolos dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto.

Sejumlah pelajar yang tepergok bolos dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Belasan pelajar tingkat SMA terjaring satpol PP ketika melakukan patroli di sejumlah tempat, Senin (17/9).

Setelah digeledah, temuannya cukup mencengangkan. Seperti pisau kecil, obeng, hingga bungkusan kain seperti jimat. Seluruh pelajar digiring ke markas Satpol PP Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto. Petugas lantas meminta mereka salat Tobat, mengaji, dan menghormat bendera.

Mereka berasal dari MTs dan SMA/MAN yang tertangkap tangan membolos. Para pelajar asal Kota dan Kabupaten Mojokerto itu terjaring ketika petugas patroli di beberapa tempat.

’’Mereka kami jaring ketika membolos di warung Gojez Surodinawan belakang Perum Grand Site, Alun-Alun, dan Lapangan Surodinawan,’’ ujar Hatta Amrulloh, kabid Trantib Satpol PP Kota Mojokerto, ditemui di markas Satpol selepas patroli.

Seluruh pelajar lak-laki itu diberikan pembinaan. Yakni, menjalankan salat Tobat dua rakaat, mengaji 7 kali Yasin dan menghormat bendera. ’’Hukuman ini sifatnya pembinaan. Selain memanggil orang tua dan guru sekolahnya,’’ sambung dia.

Dikatakannya pula, pembinaan tersebut akan membuat para pelajar tersebut jera dan tidak mengulangi perbuatannya. ’’Kita sangat berharap para pelajar ini insaf. Dan mereka yang terjaring razia ini tadi tidak diperkenankan pulang kecuali dijemput oleh orang tua dan pihak sekolah. Sehingga mereka akan berpikir ulang ketika mau membolos,’’ katanya.

Pihaknya menyebutkan, tertangkapnya pelajar itu saat pihaknya menggelar patroli rutin. Lantaran ada temuan pelajar bolos sekolah, langsung dijaring petugas. Awalnya ada puluhan, namun yang terjaring 12 anak.

’’Pegangan kita Perwali Nomor 9 Tahun 2009 tentang Kota Mojokerto berlingkungan pendidikan dan wajib belajar 12 tahun. Masih jam wajib belajar tapi berada di warung,’’ sebut dia. Temuan mencengangkan justru ketika penggeledahan dilakukan petugas.

Baik dalam tas, pakaian seragam, hingga jok motor mereka. Petugas mendapati sebilah pisau kecil yang diduga milik salah satu pelajar yang ditemukan tercecer ketika mereka lari tunggang langgang. Juga, obeng serta bungkusan kain putih seperti jimat yang disimpan dalam tas.

’’Ada pisau kecil dan obeng serta bungkusan kain mori putih seperti jimat. Itu kita amankan sebagai barang bukti. Alat kontrasepsi sementara nihil. Kalau tawuran selama ini masih belum ada,’’ bebernya.

Petugas sebenarnya membidik sebanyak 20 pelajar. Namun selebihnya berhasil meloloskan diri dari kepungan petugas. Akan tetapi, tiga di antaranya yang diketahui merupakan siswi meningggalkan begitu saja tasnya yang kini turut diamankan petugas. 

(mj/fen/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia