Kamis, 17 Oct 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Kirab Agung Bumi Nuswantoro, Pamerkan Ketangguhan Gajah Mada

17 September 2018, 22: 35: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Para peserta membawa bendera gulo kelopo (merah putih) sepanjang 100 meter. Bendera ini dikirab hingga mencapai garis finis di lapangan depan museum Trowulan.

Para peserta membawa bendera gulo kelopo (merah putih) sepanjang 100 meter. Bendera ini dikirab hingga mencapai garis finis di lapangan depan museum Trowulan. (Imron Arlado/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Ketangguhan Mahapatih Gajah Mada dipertontonkan para peserta Kirab Agung Bumi Nuswantoro yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto di Pendapa Agung Trowulan, Minggu (16/9).

Puluhan peserta menyajikan berbagai cerita tentang patih yang mampu mendulang kejayaan Majapahit. Seperti yang dipertontonkan SMAN 1 Sooko. Mereka bercerita tentang Mahapatih Gajah Mada yang mampu merontokkan musuh-musuhnya.

Pun demikian dengan pertunjukan peserta yang lain asal SMKN 1 Sooko. Kirab yang  berakhir di lapangan depan Museum Trowulan ini, mampu menyedot ribuan penonton. Mereka berjubel di sepanjang jalur kirab.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Djoko Widjayanto, mengatakan, jumlah seluruh peserta yang mengikuti kirab ini mencapai 25 kelompok. Mereka berasal dari seluruh sekolah setingkat SMA/SMK se-Kabupaten Mojokerto, Gus Yuk, Pakibraka, drum band dan para binaragawan.

Djoko menjelaskan, pelibatan siswa dalam event rutin tahunan ini tak sekadar menanamkan kreativitas para siswa. Melainkan, turut melestarikan seni, budaya, dan peninggalan leluhur. ’’Budaya ini adalah aset bangsa yang tak ternilai,’’ ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, menerangkan, selain uri-uri budaya, kirab tahunan ini juga untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Mojokerto. Karena itu, banyak yang dilibatkan selama proses kirab berlangsung.

Di antaranya, para siswa di seluruh Kabupaten Mojokerto, sanggar seni, hingga kelompok budaya. ’’Agar event seperti ini berlangsung spektakuler,’’ ungkap dia. Dijelaskan Pung, menariknya acara ini, juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir dan menikmatinya. ’’Juga para raja-raja asal Bali dan Palembang,’’ pungkas Pungkasiadi.

Sebelum dimulainya acara, para pejabat dari Forkopimda menabuh genderang secara bersamaan. Genderangnya itu menjadi lambang memberikan semangat kepada para prajurit di era Majapahit.

Kirab Agung Nuswantoro merupakan rangkaian acara tiap bulan Sura. Sebelumnya, juga telah digelar Festival Macapat, Ruwat Magesti, dilanjutkan dengan Magesti Sura dan pucak acara Kirab Agung Bumi Nuswantoro.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia