Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasutri Pelaku Curanmor, Istri Jadi Joki, Suami Mengeksekusi

Kamis, 13 Sep 2018 03:00 | editor : Mochamad Chariris

Yani Arita Pancanilawati saat diamankan polisi di Polres Mojokerto.

Yani Arita Pancanilawati saat diamankan polisi di Polres Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Komplotan spesialias pencurian kendaraan bermotor (curanmor) melibatkan pasangan suami istri (pasutri) berakhir di tangan polisi.

Mereka adalah M. Solikhin, 29, dan Yani Arita Pancanilawati alias Nila, 23, warga Dusun Teras, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Selama ini, keduanya tercatat pernah beraksi di 14 tempat kejadi perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menuturkan, penangkapan pasutri ini tidak lepas dari laporan Masruhan, 50, warga Dusun Kepiting, Desa Temon, Kecamatan Trowulan. Setelah mengantongi ciri-ciri para tersangka, tak lama polisi lebih dulu menangkap Nila.

’’Dari tangan Nila, kami mengamankan satu motor,’’ tuturnya. Motor Honda Supra 125 tidak dilengkapi nomor polisi (nopol) tersebut diduga hasil curian di kawasan Trowulan, saat diparkir pemiliknya untuk mencari rumput.

Namun, Nila tak sendirian. Belakangan diketahui selama ini dia dibantu sang suami, M. Solikhin.  ’’Namun, status Solikhin ini sekarang ditahan di Polres Jombang dalam kasus yang sama,’’ bebernya. Fery menduga, kedua tersangka selalu bekerja sama saat melakukan curanmor. Mereka membagi peran.

Nila bertugas sebagai joki saat mencari sasaran. Sementara suaminya berperan mengeksekusi motor. Begitu mendapati sasaran, Sholikhin bergerak merusak kunci motor menggunakan kunci T. ’’Dan saat itu juga pelaku membawa kabur motor,’’ tuturnya.

Dia menyebutkan, untuk sekali mencuri, pasutri ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit. Yang mengejutkan, mereka diduga sudah beraksi sebanyak 14 kali. Fery merinci, di antaranya dua kali di Trowulan, dua kali di Jatirejo, tiga kali di Dlanggu, dan satu kali di wilayah Puri. ’’Yang lainnya masih proses kroscek di wilayah Mojosari, Kutorejo dan Pacet,’’ paparnya.

Selain di Mojokerto, lanjut Fery, pasutri ini dikenal biasa beraksi di wilayah Jombang. Sehingga untuk proses pengembangan, kini petugas masih melakukan koordinasi dengan jajaran samping. ’’Yang jelas, dari 14 tempat kejadian perkara, ini bisa bertambah,’’ tandasnya.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia