Senin, 24 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pura-pura Tawar Tanah, Ujung-ujungnya Nggendam

Rabu, 12 Sep 2018 13:00 | editor : Mochamad Chariris

Abdul Qodir Zaelani (kiri) saat diamankan di Mapolsek Pacet, Mojokerto.

Abdul Qodir Zaelani (kiri) saat diamankan di Mapolsek Pacet, Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Modus penipuan dengan menghipnotis atau lebih dikenal menggendam, satu per satu berhasil dibongkar.

Selasa (11/9) giliran Unitreskrim Polsek Pacet menangkap salah satu pelaku, Abdul Qodir Zaelani, 48, warga Jalan Jl Mas Mansur, Kelurahan Suronatan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dia diamankan setelah terbukti melakukan penipuan dengan modus gendam kepada Jainul Muklason, 36, warga Dusun Sumberpiji, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet. Untuk proses pengembangan, pelaku yang sudah ditetapkan tersangka langsung dilakukan penanahan.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (10/9). Mulanya, dia mendatangi rumah korban dengan maksud untuk membeli tanah sawah yang dijual korban. ’’Tawar-menawar antara keduanya juga sempat dilakukan. Ya, seperti pembali pada umumnya,’’ kata Kapolsek Pacet, AKP Didik Budi Hariyono, kemarin.

Awalnya, korban tak menduga hal itu sebagai modus kejahatan saja. Korban yang senang lantaran ada yang hendak membali tanahnya lantas mengajak para tetangga untuk melakukan pengukuran. Kebetulan, tanah yang hendak dijual juga tak begitu jauh dari rumah.

Namun, di tengah kesibukan melakukan pengukuran, diam-diam justru dimanfaatkan oleh pelaku dengan meminjam motor korban. Dalihnya untuk membeli rokok. Pelaku yang diduga sudah profesional juga sempat berjabat tangan dengan korban. Saat itu juga korban seakan di luar kendali.

’’Dengan tidak sadar, korban selalu menuruti perkataan pelaku,’’ tuturnya. Korban tidak bisa berbuat banyak. Semua tangan dan pikirannya terasa ada yang menggerakkan. Begitu juga saat memberikan kunci motor kepada pelaku. ’’Nah, setelah kunci sudah dikuasai, pelaku kabur dengan membawa motor korban,’’ tuturnya.

Hanya saja, setelah ditunggu lama pelaku tak kunjung kembali. Di tengah sadar menjadi korban penipuan, dia pun memutuskan untuk melapor ke Mapolsek Pacet. ’’Korban mengalami kerugian Rp 15 juta,’’ tandasnya. Bermodal ciri-ciri pelaku dari keterangan korban dan saksi, tak kurang dari 24 jam pelaku berhasil ditangkap berikut barang bukti.

Di antaranya, handphone, jaket kulit warna hitam kecokelatan, sepatu warna cokelat, STNK motor Honda Scoopy nopol S  2574 NM, dan uang tunai Rp 200 ribu. ’’Kepada korban, pelaku sempat mengaku bernama Iwan warga asal Sepanjang, Sidoarjo,’’ tuturnya.

Sebelumnya, di lokasi berbeda, dengan modus yang sama tepat di wilayah Pandanarum, Kecamatan Pacet, satu warga juga menjadi korban gendam. Modusnya tidak jauh berbeda. Namun, kali ini pelaku tidak berpura-pura sebagai pembeli tanah.

Pelaku memakai sistem tukar tambah handphone. Tapi, ternyata handphone yang ditukar itu malah jadul. Advan ditukar Oppo ditambah Rp 1 juta. ’’Nah, apakah ini juga masih satu komplotan, sekarang masih kita dalami,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia