Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Malam 1 Sura, Mandi Kembang, Wisatawan Sucikan Diri

Rabu, 12 Sep 2018 09:00 | editor : Mochamad Chariris

Ratusan pengunjung rela mengantre untuk sekedar mandi di kolam Peritirtaan Candi Jolotundo, Trawas, Mojokerto.

Ratusan pengunjung rela mengantre untuk sekedar mandi di kolam Peritirtaan Candi Jolotundo, Trawas, Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Pengunjung objek wisata Petirtaan Candi Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, pada liburan pergantian Tahun Baru Islam, 1 Muharam atau 1 Sura membeludak, Selasa (11/9).

Tercatat ribuan pengunjung memadati kawasan wisata di lereng Gunung Penanggungan tersebut. Bahkan, mereka rela mengantre untuk mengambil air maupun mandi untuk pensucian diri. ’’Kualitas air yang bagus memang menjadi daya tarik bagi wisatawan,’’ ungkap koordinator Wisata Disparpora Kabupaten Mojokerto Suharto.

Dia mengatakan, liburan pada pergantian tahun Islam dan Jawa tahun ini memang masih menjadi pilihan favorit wisatawan. Mereka yang datang banyak memilih untuk mensucikan diri dengan mandi bunga. Sekaligus mencari berkah air yang diyakini memiliki kualitas nomor dua dunia setelah zamzam. ’’Kebanyakan memang melangsungkan ritual hingga mandi bunga di sini (Jolotundo, Red) untuk pensucian diri,’’ terangnya.

Liburan pada 1 Sura ini membuat pengunjung membeludak atau meningkat signifikan. Kondisi itu sangat berbeda dari liburan-liburan di hari biasa. Jika dirata-rata, jumlah pengunjung tidak sampai seribu pada liburan sebelumnya. Kemarin justru meningkat hingga di atas 2 ribu orang. ’’Total sehari semalam, tercatat ada sekitar 2.883 tiket terjual,’’ tandasnya.

Dengan rincian, 2.788 untuk tiket kategori dewasa, dan 95 lembar anak-anak. Dengan demikian, dalam sehari PAD (pandapatan asli daerah) dari sektor ini menembus Rp 28 juta lebih. Menurut Suharto, peningkatan pengunjung ini terasa sejak Senin (10/9) malam sekitar pukul 22.00. Pada detik-detik pergantian tahun baru hingga dini hari.

Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan berjubelnya pengunjung yang terus mengalir dari berbagai daerah pada liburan 1 Sura kali ini. Mereka rata-rata datang dari Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, Jombang, dan Mojokerto. ’’Pengunjung akan terus berdatangan hingga malam nanti (tadi malam, Red),’’ tuturnya.

Bahkan, tingginya pengunjung pada bulan Sura saat ini, pihaknya memprediksi dalam sebulan PAD akan bisa menyentuh angka Rp 70 juta. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Bulan Sura merupakan bulan sakral untuk ngalap berkah dan pensucian diri bagi banyak orang di Petirtaan Candi Jolotundo. ’’Percaya atau tidak percaya memang seperti itu. Makanya, kita optimis,’’ bebernya.

Terlepas dari bulan Sura, Petirtaan Candi Jolotundo, memang masih diyakini banyak memiliki khasiat. Selain menjadikan awet mudah juga dapat menghilangkan segala penyakit. Tak heran, jika wisatawan yang datang, banyak yang sekadar untuk mandi atau mengambil air untuk dibawa pulang. ’’Mereka sampai rela antre untuk mandi dan mengambil air menggunakan jeriken,’’ pungkasnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia