Jumat, 16 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Lima Jamaah Haji Dirawat Intensif di Rumah sakit

Rabu, 12 Sep 2018 03:00 | editor : Mochamad Chariris

Petugas KKHI kloter 76 SUB melayani pemeriksaan kesehatan jamaah haji di Hotel Murjan Al Noor, Aziziyah, Makkah.

Petugas KKHI kloter 76 SUB melayani pemeriksaan kesehatan jamaah haji di Hotel Murjan Al Noor, Aziziyah, Makkah. (dr Fanny Ardie for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Hampir semua kebutuhan jelang pergeseran jamaah haji dari Makkah ke Madinah telah dipersiapkan.

Selasa (11/9) WAS, masing-masing petugas kloter melakukan briefing akhir untuk memastikan kesiapan pemberangkatan yang dijadwalkan pada Kamis (13/9) besok.

Salah satu jamaah asal kloter 76 embarkasi Surabaya (SUB) drg Willis Puspitadewi Anggraini mengungkapkan, kemarin seluruh rombongan jamaahnya telah diberi pembekalan oleh ketua kloter masing-masing.

Sesuai jadwal, mereka akan bertolak ke Madinah mulai besok. ”Kamis (13/9) pukul 16.00 WAS rombongan diberangkatkan ke Madinah,” terangnya.

Sebanyak 450 jamaah haji di kloter 76 orang akan diangkut menggunakan 10 bus. Mereka akan melakukan perjalanan sekitar 450 kilometer (km) yang ditempuh kurang lebih 5-6 jam.

Para jamaah dijadwalkan bermalam di Madinah hingga 9 hari untuk melaksanakan ibadah Arbain atau salat wajib selama 40 waktu tanpa putus. ”Di Madinah hingga 22 September,” ujarnya.

Selain barang bawaan, yang harus dipersiapakan adalah kondisi kesehatan jamaah. Menjelang keberangkatan ke Madinah kemarin, petugas Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) terus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh jamaah.

”Hari ini (kemarin, Red) kami lakukan pemeriksaan kesehatan di dua hotel sebagai persiapan berangkat ke Madinah,” ungkap petugas TKHI kloter 76 SUB, dr Fanny Ardie.

Masing-masing jamaah haji yang meninap di Hotel Murjan Al Noor dan Hotel Murjan Al Salaam di wilayah Shisha, Makkah. Dia menyatakan, secara umum hasil pemeriksaan kesehatan jamaah haji dalam kondisi sehat.

Akan tetapi, ada empat jamaah yang diragukan untuk bisa ikut ke Madinah. Hal itu lantaran mereka sedang menjalani rawat inap di rumah sakit.

Fanny menyebutkan, masing-masing jamaah dirawat di tempat berbeda. Satu jamaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) King Faisal, kemudian satu orang di RSAS King Abdul Aziz.

Berikutnya, satu jamaah di RSAS An Noor, dan satu pasien lagi di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah. ”Jadi yang sedang rawat inap hingga hari ini (kemarin, Red) ada empat jamaah,” terangnya.

Dia menjelaskan, masing-masing pasien masih harus menjalani perawatan intensif akibat mengalami infeksi paru-paru, hipertensi, diabetes, dan sepsis.

Sementara itu, petugas TKHI dari kloter 75 SUB, dr Dadang Hendriyanto menambahkan, dari 444 jamaah tergabung dalam kloternya, satu di antaranya juga diperkirakan akan menunda untuk bergeser ke Madinah besok.

”Karena ada satu jamaah yang sedang rawat inap di RSAS An Noor,” ulasnya. Dia menyebutkan, pasien tersebut opname sejak selama enam hari. Terhitung sejak Rabu (5/9) lalu.

Kepala Puskesmas Kutorejo ini menyampaikan, pasien tersebut harus menjalani rawat inap karena mengalami penurunan kesadaran. ”Pasien juga tidak mau makan,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia