Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Buru Komplotan Illegal Logging, Satu Tertangkap

Selasa, 11 Sep 2018 14:00 | editor : Mochamad Chariris

Barang bukti illegal logging beserta truk diamankan di Mapolres Mojokerto.

Barang bukti illegal logging beserta truk diamankan di Mapolres Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Polres Mojokerto membongkar komplotan pencurian kayu hutan atau illegal logging yang belakangan marak di kawasan hutan Senin (10/9).

Surono, 51, warga Dusun Ngembes, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, berhasil diamankan. Petugas juga menyita barang bukti 10 kayu balok lengkap dengan truk pengangkut.  ’’Tersangka langsung kami lakukan penahanan,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery.

Terbongkarnya illegal logging ini dilakukan saat tim resmob satreskrim melaksanakan patroli cipta kondisi (cipkon), Senin (10/9). Namun, saat di tengah perjalanan di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, sekitar pukul 03.30 dini hari, mereka berpapasan dengan truk yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah utara. ’’Nah, karena mencurigakan, petugas langsung putar balik melakukan pengejaran,’’ terangnya.

Aksi kejar-kejaran antara pelaku dan petugas sempat berlangsung. Setelah pelaku yang mengetahui dibuntuti petugas malah tancap gas. Truk baru berhenti setelah petugas yang mengejar melakukan tembakan peringatan ke udara. Tepatnya di Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro. Berjarak 5 kilometer dari lokasi sebelumnya. ’’Setelah dicek, ternyata benar. Truk itu mengangkut kayu curian,’’ tandasnya.

Bersama barang bukti, sepuluh balok kayu jenis berasan ukuran berbeda, petugas berhasil mengamankan Surono. Begitupun dengan truk nopol W 9737 B yang digunakan untuk mengangkut hasil kejahatan juga ikut disita. Sebaliknya, lanjut Fery, untuk sejumlah pelaku lainnya terdiri dari sopir dan kuli angkut berhasil kabur.

Diantaranya, berinisial SR, SW, CN, SD, dan MG. Kini kelima pelaku yang diketahui warga Kecamatan Trawas berstatus daftar pencarian orang (DPO)  ’’Mereka sekarang juga masih dalam pengejaran,’’ tambahnya. Hasil lidik, kayu hasil kejahatan ini dicuri dari kawasan hutan petak 4 RPH Seloliman, Kecamatan Trawas.

Modusnya tak berbeda dengan pelaku illegal logging lainnya. Dengan menggunakan gergaji, diam-diam mereka masuk dalam kawasan hutan untuk melakukan penebangan secara liar. Agar aksinya sulit diendus petugas, tak jarang pelaku beraksi malam hingga dini hari. Untuk pendalaman, tersangka masih dilakukan pemeriksaan.

Menyusul, diduga banyak lokasi lain yang sebelumnya menjadi target komplotan mereka. ’’Jadi, kemungkinan itu ada. Makanya, sekarang masih kita kembangkan. Kita juga masih koordinasikan dengan Perhutani. Apakah beraksi sekali atau ada TKP lainnya,’’ bebernya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 83 ayat (1) UU nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Ancaman hukumannya sekitar 5 tahun penjara. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia