Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Siapkan Banser Militan demi Kiai dan NKRI

Senin, 10 Sep 2018 13:07 | editor : Mochamad Chariris

Satkorcab Banser M. Syahrial Eka (kiri) dan Ketua GP Ansor Junaedi Malik (baju koko) saat menyampaikan materi pada acara RTL di Kelurahan Kedundung, Kec. Magersari, Kota Mojokerto.

Satkorcab Banser M. Syahrial Eka (kiri) dan Ketua GP Ansor Junaedi Malik (baju koko) saat menyampaikan materi pada acara RTL di Kelurahan Kedundung, Kec. Magersari, Kota Mojokerto. (Satkorcab Banser for Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Ketua GP Ansor Kota Mojokerto Junaedi Malik mengapresiasi pelaksanaan Diklatsar Satkorcab Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kota Mojokerto yang berjalan sukses dan khidmat pada Jumat-Minggu (31/8-2/9) lalu.

Kesuksesan acara dipusatkan di Kantor PC NU Kota Mojokerto di Jalan Raya Perum CSE Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, tersebut setidaknya akan semakin membangkitkan ghirah organisasi dalam mencetak kader militan dan potensional di Kota Onde-Onde.

"Dengan menganut ajaran kiai-kiai NU (Nahdlatul Ulama) dan mendalami ajaran Islam aswaja, Insya Allah keberkahan akan kita raih bersama," ujarnya pada rencana tindak lanjut (RTL) Diklatsar di kediamannya di Lingkungan Empu Gandring, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Minggu (9/9) malam.

Panglima GP Ansor Kota Mojokerto ini menuturkan, kader generasi NU dan Banser sangat diperlukan sebagai benteng kiai dan ulama dalam melestarikan nilai-nilai aswaja (ahlu sunnah wal jamaah), serta menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Khususnya, dalam menangani berbagai tekanan dari pihak luar atau kelompok-kelompok radikalisme yang berusaha merongrong dan memecah belah keutuhan bangsa. 

"Dinamika dari kelompok radikalisme untuk memecah keutuhan NKRI melalui penyebaran ujaran kebencian lewat medsos (media sosial) harus kita bentengi. Sikapi dengan bijak, lawan dengan menegakkan Islam yang rahmatan lil alamin," tambah politisi PKB ini.

Situasi mendesak di medsos melalui serangan berita hoax (bohong) atau ujaran kebencian yang menyesatkan pembaca memang harus disikapi secara cerdas dan bijak. Salah satunya melalui Tim Cyber NU dan Banser.

”Tim ini harus dipersiapkan secara sistematis dan terstruktur. Untuk menangkal serangan-serangan berita hoax maupun ujaran kebencian,” paparnya.

Junaedi berharap, sebagai organisasi kepemudaan, Ansor dan Banser harus mampu menjadi generasi teladan yang bertakwa, beragama, cinta tanah air, dan selalu siap membentengi para kiai dan ulama dalam situasi apa pun.

"Sebagai kader-kader militan NU, kita harus menjadi contoh bagi masyarakat. Senantiasa memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan demi keutuhan NKRI,”

Acara dikemas dalam bentuk diskusi ke-Ansor-an dan ke-Banser-an ini juga dihadari jajaran pengurus GP Ansor, Satkorcab Banser (tingkat kota), Satkoryon Banser (tingkat kecamatan), Satkorkel Banser (tingkat kelurahan) dan para kader. 

Selain itu, diawal acara diisi pemantapan materi TUB (Tata Upacara Banser) dan pembagian sertifikat anggota Banser bagi peserta Diklatsar, lalu diakhiri menyanyikan Mars Banser dan Yalal Waton. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia