Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Truk Brimob Pengamanan Presiden Terguling, Danton Tewas

Jumat, 07 Sep 2018 22:25 | editor : Mochamad Chariris

Truk Brimob yang terguling di Jalan Raya Dusun/Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto

Truk Brimob yang terguling di Jalan Raya Dusun/Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Truk ditumpangi personel pengaman Presiden dari Brimob Den C pelopor 2C Madiun, Polda Jatim, mengalami kecelakaan di Jalan Raya Dusun/Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/9).

Truk nopol 1756 X mengangkut satu peleton pasukan ini bahkan terguling di jalan dengan medan ekstrem. Setidaknya, sepuluh orang menjadi korban dalam kecelakaan tunggal ini. Sembilan di antaranya prajurit Brimob dan satu lainnya warga sipil.

Bahkan, satu personel tewas saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Sumberglagah, Kecamatan Pacet. Korban tewas itu adalah Komandan Peleton (Danton) Aiptu Handi Eko Hardiyanto, 43. ’’Iya betul dia meninggal,’’ ungkap Kanitlaka Satlantas Polres Mojokerto Ipda Edy Widoyono.

Rombongan tersebut sebelumnya dalam perjalanan menuju Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Desa Kembang Belor, Kecamatan Pacet. Sedianya mereka ditugaskan membantu pengamanan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pesantren yang diasuh KH Asep Saifuddin Chalim tersebut.

Namun, saat setibanya di jalur ekstrem, truk yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga terguling. ’’Kondisinya (korban meninggal, Red) kritis, dan baru saja persiapan untuk dirujuk ke Surabaya,’’ tambahnya.

Sedangkan sembilan korban lainnya adalah Aiptu Heri Santoso, Brigadir Mustaning Paras, Bripka Agus Sujarwo, dan seorang warga sipil bernama Kasan, 53. Untuk korban luka ringan dialami Bripka Suryadi, Briptu Dedi Irwansya, Brigadir Muklis, Brigadir Bambang Surjawanto, dan Brigadir Bharada Gilirandu.

’’Mereka sudah dievakuasi dan langsung dapat penangan medis di RS Sumberglagah. Sebagian ada juga yang dirujuk ke Surabaya,’’ tandasnya. Dia mengungkapkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.15.

Mulanya, truk mengangkut satu pleton personel Brimob ini hendak menuju Pondok Pesantren Amanatul Ummah untuk mem-backup pengamanan kunjungan Presiden. Namun, di tengah perjalanan, saat melintas di turunan tajam di Dusun/Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, truk dinas dikemudikan Bharada Gil Rando ini oleng.

Dia tak mampu mengendalikan laju truk. Truk lalu menabrak tebing dan pohon di sisi kiri jalan. ’’Truk memang sempat keluar jalur hingga naik pelataran warga, lalu menabrak mobil Suzuki APV Arena,’’ bebernya.

Kebetulan, saat itu, mobil APV Arena nopol W 1410 ZA warna putih milik Iwan Mahmudi, 26, sedang diparkir di depan rumah. Kerasnya benturan mengakibatkan mobil APV ringsek di bagian belakang. Sementara truk Brimob oleng ke kanan.

Kencangnya kecepatan juga mengakibatkan truk terguling ke sisi kanan. Bersamaan dengan itu, di sisi kiri atau di selatan jalan ada seorang pejalan kaki, Kasan, warga setempat. Dia yang sepulang dari mencari rumput turut tertabrak truk.

"Tubuhnya tergencet dibawa badan truk,’’ tambah Ngateman, 57, warga setempat. Kata dia, setelah terguling ke kanan, truk masih terus meluncur sejauh 10 meter ke bawah. Truk baru berhenti setelah bagian depan menghantam dua tiang rumah milik warga hingga roboh.

Sementara dua tiang itu menimpa sepeda motor Yamaha Jupiter parkir. ’’Pak Kasan ikut terseret di bawah truk hingga 10 meter,’’ imbuhnya. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia