Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Jokowi: Masak Presiden Harus Naik Motor dan Terbang

Jumat, 07 Sep 2018 21:23 | editor : Mochamad Chariris

Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet, Mojokerto.

Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Kembangbelor, Pacet, Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Presiden Joko Widodo memutar video pembukaan Asian Games di depan ribuan santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kamis (6/9).

Menurut Jokowi, penggunaan stuntman dinilai wajar karena untuk memberikan hiburan. Pemutaran video dilakukan lantaran ribuan santri yang hadir dalam pertemuan itu mengaku tak menonton televisi saat pembukaan Asian Games, beberapa waktu lalu.

Jokowi melalui staf kepresidenan akhirnya memutar video itu di layar lebar. ’’Ini hiburan,’’ ungkapnya. Ditegaskan Jokowi, videonya yang menunggangi motor gede ini menimbulkan banyak kontroversi.

Banyak yang nyinyir akibat penggunaan stuntman dalam adegan itu. ’’Ya. Presiden harus pakai pemeran pengganti lah. Masak presiden harus naik motor dan terbang. Kalau jatuh gimana?’’ katanya disambut tepuk tangan seluruh undangan.

Tak hanya itu. Di momen opening ceremony Asian Games 2018, Jokowi juga ikut goyang dayung saat Via Vallen melantunkan lagu: Meraih Bintang. ’’Saya menyanyi. Dan spontan joget. Gitu aja ramai,’’ tambahnya.

Jokowi berharap, masyarakat selalu berpikir positif, berpikiran baik, penuh dengan kecintaan. Sehingga, bakal menumbuhkan optimisme. Bukan malah memecah belah, menebar kebencian, gampang curiga, dan mudah berprasangka.

Terlebih saat momen pemilihan kepala daerah, gubernur, hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ’’Harus kita jaga ukhuwah wathoniah. Ini penting,’’ jelas Jokowi.

Indonesia bukan negara kecil. Jokowi menyebut, Indonesia merupakan negara yang sangat besar dengan jumlah penduduk mencapai 263 juta jiwa yang hidup di 17 ribu pulau, 514 kota/kabupaten, dan 34 provinsi.

Luasnya negeri ini juga jauh dibanding negara-negara tetangga. Jokowi mencontohkan, saat dia naik pesawat dari Aceh ke Wamena, Papua. Dibutuhkan waktu selama 9 jam 15 menit. ’’Bayangkan, kalau jalan kaki. Butuh berapa tahun?’’ katanya kembali disambut tawa seluruh santri.

Mantan Wali Kota Solo ini menyebut, luasnya negeri ini juga berbanding lurus dengan banyaknya suku, tradisi, dan bahasa. Jika dibandingkan dengan Singapura, Negeri Singa ini hanya memiliki 4 suku. Pun demikian dengan Afganistan yang hanya punya 7 suku.

Sementara, Indonesia memiliki 714 suku. ’’Tak ada negara sebesar Indonesia,’’ tegasnya. Dengan perbedaan tersebut, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk menjaga perbedaan menjadi sebuah kekuatan untuk membangun negeri. Bukan malah menebar kebencian.

Di akhir kunjungan bertajuk: Silaturahmi itu, Jokowi melempar sejumlah kuis ke para santri dengan hadiah sepeda. Di antara pertanyaannya, terkait dengan tujuh jenis olahraga Asian Games, medali yang diraih, dan tujuh provinsi di Indonesia.

Sementara itu, pengasuh PP Amanatul Ummah, KH Asep Saifudin Chalim menjelaskan, Jokowi merupakan Presiden yang diidamkan masyarakat. ’’Jokowi, merupakan presiden yang berhasil membangun Indonesia,’’ katanya.

Untuk itu, setiap pagi, ribuan santri yang belajar di pondok ini, selalu rutin mendoakan Jokowi untuk menjadi presiden dua periode.

Dalam pertemuan yang tak lebih 30 menit itu, Jokowi didampingi sejumlah pejabat penting. Di antaranya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisnp Hendradi, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jatim Soekarwo dan Gubernur terpilih Khofifah Indar Parawansa,Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dan Wali Kota terpilih Ika Puspitasari.

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia