Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Rumah Terbakar, Mbah Parmi Tewas Terpanggang

Kamis, 06 Sep 2018 16:12 | editor : Mochamad Chariris

Petugas kepolisian bersama tim relawan menunjukkan lokasi tubuh korban yang terbakar bersama rumahnya di Kelurahan Pulorejo, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Petugas kepolisian bersama tim relawan menunjukkan lokasi tubuh korban yang terbakar bersama rumahnya di Kelurahan Pulorejo, Kec. Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Peristiwa nahas terjadi di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Kamis (6/9) siang. Sebuah rumah semi permanen yang berdiri di atas tanggul anak Sungai Brantas hangus terbakar.

Tragisnya, kebakaran juga mengakibatkan korban jiwa. Nyawa Suparmi, 90, lansia yang tinggal di rumah tersebut tak bisa diselamatkan dari kobaran api. Dia tewas seketika setelah tubuhnya hangus terbakar. Dia terjebak lingkaran si jago merah yang tersulut dari tungku api di dapur rumah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, kebakaran terjadi begitu cepat. Yakni, pukul 11.30. Saat itu, korban bersama sang suami, Takim, tengah berada dalam rumah.

Namun, api tiba-tiba membesar dan membakar rumah yang sebagian besar terbuat dari gedhek (anyaman bambu). Mengetahui keberadaan api, pasutri ini bergegas menyelamatkan diri keluar rumah.

Akan tetapi, upaya tersebut cukup menyulitkan kedua korban. Saat berusaha lari keluar rumah, hanya Takim sendiri yang berhasil menyelamatkan diri . Sementara sang istri justru terjebak di dalam rumah.

Hingga akhirnya api membakar semua bagian rumah. Termasuk tubuh Suparmi yang ditemukan hangus bersama puing-puing bangunan.

''Tadi saya sempat dengar Mbah Mi (Suparmi, Red) minta tolong. Tapi, apinya sudah besar. Kalau Mbah Takimnya bisa lari keluar rumah,'' ungkap Darni, saksi mata.

Dia menyebut, titik api diketahui muncul dari ruang dapur yang juga difungsikan sebagai kandang kambing. Dari informasi sementara, saat kejadian, korban diketahui tengah memasak menggunakan tungku kayu.

Lalu api pembakaran tungku menyulut dinding dapur rumah korban hingga menyulut di semua bagian rumah korban. ''Tadi saya lihat ada warna merah dari dapur. Terus saya lari minta tolong ke warga untuk memadamkan. Tahu-tahu api membesar dan membakar semuanya,'' pungkas pedagang minuman ini.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia