Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Pasangan Tersangka Aborsi Ijab Kabul di Masjid Polres

Rabu, 05 Sep 2018 22:00 | editor : Mochamad Chariris

Dhimas saat mengucapkan ijab kabul disaksikaan keluarga dan pihak kepolisian di masjid Polres Mojokerto.

Dhimas saat mengucapkan ijab kabul disaksikaan keluarga dan pihak kepolisian di masjid Polres Mojokerto. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Pasangan tersangka kasus aborsi dan tewasnya bayi laki-laki dalam jok motor Dimas Sabraha Listianto, 21, dan Cicik Rohmatul Hidayati, 21, akhirnya resmi menikah.

Pembacaan ijab kabul dilakukan di masjid mapolres, Masjid Darul Istiqomah, di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (5/9). Proses acara sakral tersebut berjalan lancar, dengan dihadiri keluarga pihak laki-laki dan mempelai perempuan.

Tidak hanya itu, Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata juga menjadi saksi saat kedua mempelai mengucapkan dua kalimat syahadat. Leonardus mengatakan, pernikahan ini adalah kesepakatan kedua belah pihak dari keluarga besar masing-masing tersangka. Tanpa ada unsur paksaan.

Dia berharap, semoga pasangan tersebut diberikan umur panjang, rezeki dan kehidupan yang manfaat barokah. ”Semoga mereka menjadi pasangan sakinah, mawadah, warahmah (samawa),” katanya.

Meski demikian, proses hukum keduanya tetap akan berlanjut. Namun, melalui ikatan pernikahan ini setidaknya semua pihak berharap keduanya dapat membangun keluarga yang baik. Meski sedang berada dalam masa tahanan.

Selain itu, lanjut kapolres, dapat menyesali perbuatannya. Sehingga, selama masa persidangan dapat menjadi pertimbangan majelis hakim di pengadilan nanti. ”Pelaku kini sudah menikah dan telah menyesali perbuatannya. Ini bisa menjadi pertimbangan hakim juga’’ terangnya lagi.

Kuasa hukum tersangka, Kholil Askohar menyatakan, pernikahan tersebut memang sudah menjadi cita-cita kedua pasangan dari sebelum kasus aborsi menjerat keduanya. Akan tetapi, rencana pernikahan itu belum terwujud setelah pihak perempuan masih melangsungkan pendidikan.

”Mereka saling cinta. Namun, mereka belum berpikir dewasa, dan mungkin ini adalah musibah’’ kata dia. Kholil menegaskan, pernikahan ini sudah direstui kedua orang tua masing-masing.

”Pernikahan ini bukti, bahwa kedua belah pihak menginginkan masa depan yang lebih baik” ujarnya. 

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia