Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Dikarantina, Anggota Paskibraka Mengalami Kesurupan di Hotel

Jumat, 17 Aug 2018 01:34 | editor : Mochamad Chariris

Salah satu anggota paskibraka saat mendapat mendapat perawatan medis di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Salah satu anggota paskibraka saat mendapat mendapat perawatan medis di IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. (Rizal Amrulloh/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Belasan anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) Kota Mojokerto tiba-tiba tidak bisa mengendalikan kesadaran saat menjalani malam terakhir masa karantina.

Diduga, mereka mengalami kesurupan ketika berada di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto Kamis (16/8) malam tadi. Peristiwa itu terjadi saat 75 anggota paskirbaka usai menjalani makan malam sekitar 19.00 Kamis (16/7) malam.

Saat itu, seluruh anggota dan pelatih berkumpul untuk melakukan yel-yel. "Tiba-tiba ada satu anggota ada yang mengeluhkan matanya kunang-kunang," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mojokerto, Novi Rahardjo.

Saat itu juga pelatih memintanya untuk istirahat. Namun, anak tersebut merasakan mual dan muntah. Bahkan hingga tidak bisa mengendalikan keasadarannya. "Kedua tangannya mengepal," tandasnya.

Melihat kondisi itu, rekan-rekannya pun ikut membantu untuk mengembalikan kesadaranya. Namun, satu per satu teman yang lain justru juga mengalami hal yang sama. Beberapa di antaranya bahkan menjerit histeris.

Sedikitnya, kata Novi, ada sepuluh anggota paskibraka mengalami kondisi serupa. "Sepuluh anak kami antarkan ke rumah sakit untuk dirawat," imbuhnya. Mereka diangkut mobil ambulans menuju IGD RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.  

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto ini menambakan, setelah dilakukan perawatan petugas medis, kondisi anggota para pelajar tingkat SMA sederajat di Kota Onde-Onde itu berangsur membaik. Sehingga pihak rumah sakit memperbolehkan kembali pulang.

Kendati demikian, belum diketahui pasti penyebab anggota paskibraka itu mengalami kondisi tersebut. Novi memastikan, seluruh anggota yang disiapkan menjalani upacara Kemerdekaan Ke-73 Republik Indonesia (RI) itu masih dapat menjalankan tugas di Gelora A. Yani, Jumat (17/8).

"Dari keterangan Pak Direktur (dr Sugeng Mulyadi), tidak ada yang direkomendasikan untuk tidak bisa mengikuti upacara besok (pagi ini, Red)," tukasnya. Hingga berita ini ditulis ada empat anggota paskibraka juga kehilangan kesadaran. Sehingga total ada 14 anggota paskibraka mengalami kesurupan.

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia