Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Begini Cara Mahasiswi Kesehatan Mengaborsi Bayinya

Rabu, 15 Aug 2018 21:30 | editor : Mochamad Chariris

Dimas, tersangka kasus aborsi mempraktikkan cara menaruh bayinya di dalam jok motor kepada Kapolres Mojokerto Leonardus Simarmata.

Dimas, tersangka kasus aborsi mempraktikkan cara menaruh bayinya di dalam jok motor kepada Kapolres Mojokerto Leonardus Simarmata. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Rencana menggugurkan kandungan itu bahkan dilakukan sendiri tanpa bantuan medis atau bidan. Salah satunya dengan meminum obat penggugur kandungan.

Obat-obatan tersebut dipesan Dimas Sabhra Listianto dan Cicik Rocmatul Hidayati kepada salah satu bidan yang kini berdinas di Banda Aceh. Nah, begitu pesanan obat diterima, pada Minggu (12/8) sekitar pukul 21.00 mereka lantas menyewa vila di kawasan Pacet.

’’Malam itu, dia (Cicik, Red) meminum lima butir obat penggugur kandungan,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata. Pasca lima butir obat diminum tak berlangsung lama obat tersebut perlahan mulai beraksi.

Hingga pada Senin (13/8) sekitar pukul 10.00 Cicik melahirkan anak yang dikandungnya berjenis kelamin laki-laki. ’’Aborsi itu tanpa bantuan medis. Dia hanya dibantu tersangka laki-laki (Dimas, Red),’’ tambahnya.

Namun, tidak seperti dugaan awal keduanya. Ternyata bayi tak berdosa ini lahir dalam kondisi prematur dan masih hidup. Mengetahui itu mereka pun panik dan kebingungan. Sekitar pukul 12.00 Dimas dan Cicik memutuskan membawa bayi mereka ke Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar.

Ironisnya mereka membawa bayi mungil ini dengan ditaruh dalam jok motor Yamaha Nmax warna merah nopol W 3192 AT.

’’Dibawa ke Puskesmas Gayaman kurang lebih sekitar 20 menit perjalanan. Dengan harapan bisa tertolong. Karena puskesmas tak bisa kemudian dirujuk ke RS Gatoel. Sampai di rumah sakit dinyatakan sudah meninggal,’’ papar Leonardus.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP M. Solikhin Fery menambahkan akibat terlalu lama berada dalam jok motor, bayi prematur itu memang kekurangan oksigen dan kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

’’Dimas sudah kami tahan. Sementara Cicik sampai saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, karena kondisinya masih lemas,’’ pungkasnya.

Polisi juga mengamankan motor Yamaha Nmax, kaus pembungkus bayi warna biru dan hijau, handphone merek Xiomi, serta satu lembar bungkus obat di dalamnya masih tersisa empat tablet. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia