Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Bayi Disimpan Dalam Jok Motor Diaborsi Orang Tua Sendiri

Rabu, 15 Aug 2018 14:54 | editor : Mochamad Chariris

Dimas (tengah) digelandang petugas di Mapolres Mojokerto usai resmi ditetapkan sebagai salah satu tersangka aborsi.

Dimas (tengah) digelandang petugas di Mapolres Mojokerto usai resmi ditetapkan sebagai salah satu tersangka aborsi. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Teka-teki kasus penyimpanan bayi dalam jok motor Yamaha Nmax hingga meninggal dunia akhirnya terjawab.

Dugaan berbagai pihak bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut hasil hubungan gelap pasangan sejoli di luar nikah pun menguat. Selasa (14/8) kepolisian mengungkap, bayi yang sebelumnya sempat dibawa ke Puskesmas Gayaman, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, adalah korban aborsi orang tuanya sendiri.

Dengan meminum obat-obatan penggugur kehamilan. Hal tersebut diketahui setelah Satreskrim Polres Mojokerto menemukan orang tua sang bayi.

Mereka adalah pasangan kekasih Dimas Sabhra Listianto, 21, warga asal Dusun Agung, Desa Cagak Agung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik dan Cicik Rocmatul Hidayati, 21, warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Setelah menjalani pemeriksaan, pasangan kekasih yang sudah menjalin hubungan asmara selama satu tahun ini bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menyatakan, keduanya dijerat pasal berlapis.

Masing-masing pasal 77 huruf (a) ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman hukumannya selama 10 tahun, pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ancaman hukumannya selama 10 tahun, dan pasal 80 ayat 3 dan 4 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak ancaman pidananya maksimal selama 20 tahun.

’’Mereka diduga melanggar kasus aborsi, kekerasaan terhadap anak, dan UU Kesehatan,’’ kata Kapolres pada rilis ungkap kasus di mapolres.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia