Sabtu, 17 Nov 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Gara-gara Putusin Pacar, Leher Siswa SLB Disayat Pisau

Selasa, 14 Aug 2018 05:00 | editor : Mochamad Chariris

Para guru SLB PGRI Dlanggu saat mendampingi keluarga korban melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto.

Para guru SLB PGRI Dlanggu saat mendampingi keluarga korban melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto. (Khudori Aliandu/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Gara-gara diputus sang pacar, seorang pelajar berinisial ADP melakukan perbuatan nekat dengan diduga menyayat leher mantan pacarnya sendiri saat mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) Pramuka di sekolah.

Siswa SLB PGRI Badung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, ini pun harus berurusan dengan pihak kepolisian. Siswa asal Dusun Seroyo, Desa/Kecamatan Dlanggu, itu sudah diamankan oleh tim gabungan unit resmob satreskrim dan Polsek Dlanggu.

’’Sekarang pelaku dalam proses pemeriksaan,’’ kata Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, Senin (13/8). Menurut Fery, ADP yang kini sudah ditetapkan tersangka diduga tega memukuli hingga menyayat leher mantan pacarnya, AA, menggunakan sebuah pisau.

Akibatnya, korban juga berstatus sebagai siswa SLB asal Kecamatan Dlanggu, itu mengalami luka sayatan serius di leher. Fery menceritakan, kasus ini terjadi pada Minggu (12/8) pukul 03.00 dini hari. Saat itu, korban sedang mengikuti Persami di SLB PGRI Badung.

Tak berselang lama, dia didatangi oleh pelaku. Seketika itu, AA yang sedang tidur di depan pintu kelas dikejutkan dengan kehadiran mantan pacarnya. ’’Saat sedang tidur bersama teman-temannya dalam kelas khusus perempuan, AA tiba-tiba ditindih oleh pelaku,’’ ujarnya.

Korban, lanjut Fery, kemudian dipukuli. Pelaku juga membawa sebuah pisau yang langsung disayatkan tepat di leher korban. ’’Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka sayatan di leher,’’ tambahnya.

Beruntung perisitiwa ini diketahui seorang saksi, Sulifatonah, setelah dia mendengar suara keras yang bersumber dari balik pintu sekat ruang kelas. ’’Saat itu, saksi melihat pelaku menunggangi korban dengan posisi tengkurap. Pelaku juga memukuli korban dan melukai leher menggunakan pisau,’’ beber Fery.

Tindakan kekerasan mengancam keselamatan korban dilakukan pelaku akhirnya berhasil dilerai. Namun, saat akan diamankan, pelaku yang panik lantas memilih kabur. Sementara korban yang mengalami luka sayatan di leher langsung dilarikan ke Puskesmas Dlanggu untuk mendapat perawan medis.

Feri menegaskan, petugas yang tak lama mendapat laporan bergegas memburu dan menangkap pelaku. ’’Sekitar pukul 21.00 pelaku kami tangkap,’’ tandasnya. Dari penangkapan ini didapati barang bukti lainnya.

Di antaranya, bantal yang terdapat bercak darah, alas tidur, serta gagang pisau yang ditemukan di lokasi. Untuk proses penyelidikan, pelaku yang statusnya diketahui berusia di bawah umur masih dalam pemeriksaan.

’’Motifnya, diduga pelaku dendam kepada korban karena tidak terima cintanya diputus,’’ pungkas Fery. 

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia