Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Miris, Belasan Anak di Mojokerto Jadi Korban Pencabulan

Selasa, 24 Jul 2018 12:00 | editor : Mochamad Chariris

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menginterogasi tersangka pencabulan.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menginterogasi tersangka pencabulan. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOSARI – Anak di bawah umur masih sangat rentan menjadi korban tindak kriminalitas pencabulan, pemerkosaan maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Nah, bersamaan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli kemarin, Polres Mojokerto mengajak semua pihak untuk sama-sama melindungi dan menjaga anak dari ancaman kejahatan. Utamanya di lingkungan keluarga.

Hal ini, menyusul masih tingginya kasus kekerasan hingga pelecehan seksual di wilayah Kabupaten Mojokerto. Terbukti, dalam satu minggu ini saja ada dua kasus pencabulan sedang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Ironisnya, selain korban berstatus masih di bawah umur, hubungan keluarga antara pelaku dan korban sangat dekat. Mulai dari paman hingga ayah kandung.

’’Betul, dalam minggu ini ada dua kasus pencabulan ditangani. Kedua tersangka juga sudah kami tahan,’’ kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata. Pertama, petugas menangkap Sukis, 30, warga Dusun Ngrayung, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo.

Pria berstatus duda itu ditangkap di rumahnya setelah diduga melakukan persetubuhan terhadap ABS, yang tak lain adalah keponakannya sendiri. ’’Balita berusia 4 tahun ini menjadi korban pencabulan saat bermain di depan rumah tersangka,’’ ujarnya.

Dugaan pencabulan itu dilakukan dua kali dalam kamar rumah tersangka. Kondisi itu dikuatkan dari hasil visum rumah sakit yang menyatakan, di bagian kemaluan korban ditemukan ada luka lecet. ’’Terbongkarnya kasus ini berawal dari korban yang mengadu ke ibunya karena merasa kesakitan di bagian alat vitalnya,’’ tuturnya.

Begitu juga dengan kasus kedua. Kali ini, petugas menangkap Sapari, 39, warga Dusun/Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, ini setelah diduga melakukan persetubuhan terhadap putrinya sendiri, CN.

’’’Kasus ini sangat memprihatinkan. Semoga saja tidak ada korban lain,’’ tandasnya. Tak urung, dengan tingginya kasus semacam ini pihaknya mengimbau peran serta pengawasan keluarga dan masyarakat. ’’Artinya, ini menjadi tanggung jawab kita bersama,’’ pungkasnya.

Dari data yang didapat Jawa Pos Radar Mojokerto, di sepanjang pertengahan 2018 setidaknya sudah ada 11 kasus pencabulan terhadap anak. Rinciannya, ada 13 tersangka dengan 15 korban anak di bawah umur. Angka itu cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.

’’Total selama Januari sampai Juli ini ada 11 kasus yang sudah ditangani penyidik,’’ tambah Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery. Dari sembilan kasus itu, semuanya sudah dinyakan rampung dan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

’’Termasuk dua kasus dengan tersangka ayah kandung dan paman di bulan Juli ini,’’ tambah Fery.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia