Sabtu, 21 Sep 2019
radarmojokerto
icon featured
Mojokerto

Identitas Beda dengan Ijazah, Ratusan Bacaleg Terancam Dicoret

21 Juli 2018, 23: 25: 40 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas KPU Kabupaten Mojokerto saat menerima pendaftaran bacaleg dari parpol beberapa hari lalu.

Petugas KPU Kabupaten Mojokerto saat menerima pendaftaran bacaleg dari parpol beberapa hari lalu. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto telah merampungkan proses verifikasi faktual syarat bakal calon legislatif (bacaleg).

Dari 547 orang yang telah mendaftar, ratusan di antaranya belum mampu memenuhi syarat secara utuh. Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Achmad Arif, mengatakan, dari 15 parpol yang telah resmi mendaftarkan bacalegnya ke KPU, cukup banyak yang belum memenuhi syarat. Di antaranya usia bacaleg.

Dalam Pasal 7Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota diterangkan, usia bacaleg minimal saat mendaftar telah berumur 21 tahun atau lebih sejak penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

’’Ada yang kita verifikasi, usianya masih kurang beberapa bulan saja,’’ terangnya. Arif menambahkan, selain batas minimal usia, syarat yang paling banyak kekurangan adalah ditemukannya identitas yang berbeda dengan ijazah.

Solusinya, bacaleg bisa mengganti identitas berupa KTP atau mendapat surat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN). ’’Bisa memilih. Dan, syarat ini juga mutlak,’’ jelasnya. Syarat lainnya yang belum banyak dipenuhi bacaleg adalah surat hasil pemeriksaan kesehatan.

Syarat ini dikeluarkan oleh rumah sakit yang telah disepakati oleh KPU sebelumnya. Yakni, di RSUD Prof dr. Soekandar Mojosari dan RSUD R.A. Basoeni. Yang cukup unik, kata Arif, banyak bacaleg yang melampirkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang tak sesuai dengan standardisasi pencalonan.

Dalam kesepakatan bersama, SKCK harus dikeluarkan polres, bukan polsek. ’’Ini hasil koordinasi dan kepolisian dan seluruh parpol. Karena yang memiliki catatan lengkap, polres. Bukan polsek,’’ tutur Arif.

Rencananya, bacaleg yang belum memenuhi persyaratan lengkap tersebut, akan disampaikan ke masing-masing Parpol pengusung. Mereka akan diberikan batas hingga 7 Agustus nanti. ’’Karena, setelah itu, KPU akan mengumumkan DCS (Daftar Calon Sementara),’’ paparnya.

Jika hingga batas akhir bacaleg tak mampu melengkapi syarat tersebut, maka KPU memastikan bakal mencoretnya. ’’Dengan waktu yang cukup panjang, bacaleg bisa memenuhi seluruh persyaratan,’’ harap Arif.

Sebelumnya dikabarkan, sebanyak 15 parpol mendaftarkan para kandidat anggota dewan ke KPU di hari terakhir pendaftaran, 17 Juli lalu. Dari 15 parpol itu, terdapat 547 bacaleg yang bakal berebut 50 kursi anggota dewan. Mereka tersebar di lima daerah pemilihan (dapil). 

(mj/ron/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia