Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Sportainment

Arek Mojokerto Harumkan Nama Indonesia ke Peringkat Dunia

Jumat, 20 Jul 2018 22:32 | editor : Mochamad Chariris

Bintang Akbar mengangkat trofi dan menunjukkan medali raihan prestasinya.

Bintang Akbar mengangkat trofi dan menunjukkan medali raihan prestasinya. (Sofan Kurniawan/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO – Kisah heroik Lalu Muhammad Zohri, pemuda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia lewat kecepatan larinya di kejuaraan atletik dunia nyatanya cukup menginspirasi atlet lain dalam menggapai harapan yang sama.

Bahkan, bisa dibilang terus bermunculan prestasi kelas dunia yang berhasil disabet putra-putri tanah air. Termasuk raihan Bintang Akbar, remaja asal Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Dia baru saja pulang dari kejuaraan Beach Volleyball U19 World Championships di Nanjing China, Minggu (15/7). Berpasangan dengan Danang Herlambang, Bintang sukses mencatatkan nama Indonesia di ranking 5 dunia kejuaraan voli pantai se-dunia usia di bawah 19 tahun.

Raihan tersebut menjadi prestasi tertinggi Indonesia selama mengikuti kejuaraan voli pasir antar-benua itu. ’’Tandingnya tujuh kali, terakhir kalah saat lawan tim Rusia yang akhirnya jadi juara dunia,’’ tutur Bintang saat ditemui Jawa Pos Radar Mojokerto di rumahnya.

Ya, raihan ABG kelahiran 5 Maret 2001 hingga sampai ke posisi 5 besar dunia memang tidak banyak orang tahu. Bahkan, namanya belum terlalu dikenal di tingkat Kota Mojokerto. Mengawali karir voli dari usia 12 tahun, Bintang tergabung dalam klub B-Vor SC yang tak jauh dari kediamannya.

Akan tetapi, sarana dan prasarana latihan yang dirasakan Bintang saat itu tidak seindah saat ini. Akan tetapi, berkat kerja keras dan dukungan penuh dari Asnan Nurdiansyah dan Suliyati kedua orang tuanya, Bintang mampu mewujudkan cita-citanya menjadi pemain nasional.

’’Dulu kalau latihan ya di sawah depan rumah. Jadi pas setelah panen, sawahnya dijadikan lapangan voli,’’ ungkap Hari Kartiko, pelatih Bintang. Tidak hanya itu, dukungan penuh dari orang tua menjadi faktor yang paling menentukan nasib Bintang dalam menggapai impiannya.

Bagaimana tidak, pemuda 17 tahun itu sempat mengeluh dan merasa tak kuat atas beratnya menu latihan yang harus dia jalani selama menggeluti voli pasir. Namun, dorongan kuat Asnan membuat Bintang tak menyerah.

Saking kuatnya, Asnan bahkan sempat kesal dan tega menghukum Bintang dengan mengguyur air lantaran ngambek saat hendak latihan. Hukuman tersebut semata atas dasar niatnya dalam mendukung sang buah hati meraih impiannya.

’’Dulu sempat nggak mau latihan gara-gara latihan voli pasir itu lebih berat dari pada voli indoor. Sempat selama setahun antar-jemput Mojokerto-Sidoarjo hanya untuk latihan,’’ imbuh Asnan. Akan tetapi, kekesalan itu kini telah menjadi berkah. Usai SMP, Bintang akhirnya masuk dalam SMANOR sebagai wadah bagi atlet dalam mengembangkan bakatnya.

Di sinilah, bakat voli pasir Bintang terasah tajam. Dia lantas dikirim mewakili Jawa Timur (Jatim) di kejurnas voli pantai di Bandung 2017 lalu dan sukses meraih juara. Raihan tersebut kemudian berlanjut ke tingkat lebih tinggi.

Yakni, Asian U-19 Beach Volleyball Championships atau kejuaraan voli pantai tingkat Asia Pasifik di Thailand, 23-25 Maret lalu. Meski tak ditarget, Bintang yang sudah dipasangkan dengan Danang asal Kalimantan itu akhrinya sukses mengandaskan tuan rumah Thailand di babak final hingga menyabet medali emas.

Prestasi gemilang tersebut yang kemudian mengantarkannya ke kejuaraan voli pantai usia di bawah 19 tahun paling tertinggi yang berlangsung 10-17 Juli kemarin.

Hingga akhirnya finis di peringkat 5 dunia di bawah Rusia, Jerman, Argentina dan Inggris. ’’Oktober besok dikirim lagi di kejuaraan Beach Volleyball at The 2018 Summer Youth Olympics yang berlangsung di Argentina. Mungkin bulan depan sudah mulai pemusatan latihan lagi di Solo,’’ pungkas Bintang.

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia