Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Features

Kerajinan Tas Lukis, Ada Sentuhan Seni, Lebih Ramah Lingkungan

Kamis, 19 Jul 2018 23:30 | editor : Mochamad Chariris

Puspita Amalia Sari menunjukkan hasil kreasi tas lukis di rumahnya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Puspita Amalia Sari menunjukkan hasil kreasi tas lukis di rumahnya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Rizal Amrullah/Radar Mojokerto)

Karya seni tidak harus dituangkan di atas kanvas. Banyak pilihan lain yang bisa dijadikan sebagai media sebagai penyalur kreativitas. Seperti yang dilakukan Puspita Amalia Sari, warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, yang menyalurkan bakat melukisnya dengan media tas.

WARNA-WARNI tas bergambar terpajang di ruang workshop milik Puspita Amalia Sari, di Dusun Kenongo RT 4/RW 1, Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Ya, sejak setahun yang lalu ibu muda ini mencoba untuk membuat kerajinan tas lukis. Selain untuk menyalurkan bakat seninya, tas itu kini juga mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sejak remaja, perempuan 26 tahun ini memang memiliki hobi melukis. Ide membuat tas lukis lukis itu bermula saat dirinya lulus kuliah pada 2015 yang lalu. Alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman ini kemudian mencoba mengisi waktu luangnya dengan melukis.

Tetapi, dia mecari media lain selain menggambar di atas kanvas. Hingga akhirnya menemukan ide membuat lukisan dengan media tas. ”Saya pikir tidak mungkin kan orang-orang terus-terusan beli lukisan, nah saya akhirnya aplikasikan ke tas,” paparnya.

Hingga akhirnya, pada April 2017 dia mulai memproduksi dan mengunggahnya ke media sosial Instagram. Rupanya, banyak followers-nya yang mulai tertarik.

Bahan baku tas dibuat dari bahan dasar kain blacu. Menurut Puspita, kain tersebut memiliki perbedaan dibanding kain kanvas. Selain lebih tipis, kain blacu lebih fleksibel sehingga cukup mudah untuk dibentuk.

Kain polos itu kemudian dibentuk menjadi berbagai macam bentuk dan ukuran. Antara lain, tote bag atau tas jining , string bag atau tas ransel, serta dompet. Perempuan kelahiran 8 Juni 1992 ini mengatakan, untuk pewarnaan dia memilih menggunakan cat akrilik.

Pemilihan cat tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, cat akrilik dinilai lebih bagus dan mudah menyerap ke pori-pori kain. Selain itu, warna lukisan juga bisa tahan lama karena tidak mudah luntur meski dicuci berkali-kali. ”Hasil akhirnya juga seperti gambar printing dan lebih awet,” tandasnya.

Untuk desain gambar yang diterapkan disesuaikan dengan keinginan pemesan. Oleh karena itu, dia menerima by request pemilihan gambar atau desain lukisan apa pun. Dia mengaku rata-rata pesanan adalah lukisan bunga, karakter kartun, serta quotes atau kata-kata mutiara. Selain lukisan tidak jarang yang memesan desain lettering.

”Karena handmade, jadi pembelinya terbatas. Hanya untuk orang-orang yang suka seni saja,” terangnya. Dia menggoreskan warna dengan menggunakan alat kuas kecil. Untuk membuat satu buah tas lukis, rata-rata membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Bagi dia, tas lukis tidak hanya indah dipandang mata, tetapi juga ramah lingkungan. Pasalnya, tas berbahan kain bisa menjadi pengganti kantong plastik. ”Jadi, saat belanja tidak usah minta kantong plastik, tapi bisa bawa tas sendiri dari rumah,” paparnya. Maka tak heran jika rata-rata peminat tas lukis berasal dari kaum hawa.

Momen Natal dan musim pernikahan menjadi berkah tersendiri bagi Puspita. Sebab, banyak pesanan datang untuk kebutuhan suvenir dan bingkisan Hari Raya Natal. Selama ini, perempuan berhijab tersebut mengandalkan media sosial Instagram untuk memasarkan hasil kreasinya.

Dia menambahkan, karya tas tersebut kebanyakan sudah dipasarkan ke luar kota. Seperti Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya. Bahkan, dia pernah mengirimkan hingga ke luar pulau. Mulai dari Batam, Balikpapan, Manado, hingga Medan.

Untuk harga sendiri dijual dibanderol bervariatif. Produk kecil seperti dompet dihargai Rp 25 ribu, sedangkan tote bag berkisar Rp 35 ribu, dan string bag Rp 45 ribu-Rp 60 ribu. 

(mj/ram/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia