Rabu, 19 Sep 2018
radarmojokerto
icon featured
Hukum & Kriminal

Paman Ajak Keponakan Masuk dalam Kamar Berdua, Ini yang Terjadi

Kamis, 19 Jul 2018 22:25 | editor : Mochamad Chariris

Ilustrasi

Ilustrasi (Ist/Radar Mojokerto)

MOJOKERTO - Hari-hari Sukis, 30, kini harus dihabiskan di balik sel tahanan Polres Mojokerto.

Duda asal Dusun Ngrayung, Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, itu ditangkap Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) satreskrim setelah diduga mencabuli keponakannya sendiri, ABS.

’’Pelaku sekarang sudah kami tahan,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M. Solikhin Fery, kemarin. Tersangka ditangkap di rumahnya pada Minggu (15/7) sekitar pukul 09.30.

Tak lama setelah petugas mendapat laporan bahwa pelaku diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur. ’’Korban adalah ABS, bocah usia 4 tahun yang belum sekolah,’’ tambahnya.

Fery menegaskan, selama penyelidikan pelaku mengakui telah mencabuli korban. ’’Dia mengakui perbuatannya,’’ terangnya. Kondisi itu juga dikuatkan dengan alat bukti hasil visum rumah sakit. Menurut Fery, hasil keterangan yang didapat antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga. Yakni, antara paman dan keponakan.

Perbuatan tidak senonoh tersebut diduga tidak hanya pertama dilakukan Sukis kepada korban. ’’Pecabulan ini sudah dua kali dilakukan. Untuk motifnya sedang kita dalami. Kita masih sinkronkan antara keterangan korban dengan pelaku,’’ terangnya.

Dia menyebutkan perbuatan tersebut dilakukan di rumah pelaku saat dalam kondisi sepi. Mulanya, sekitar pukul 09.30 korban sedang bermain di depan rumah Sukis lantas dipanggil untuk masuk ke dalam rumah.

Dengan polos korban pun mendatangi pamannya. Dari situ pelaku kemudian diduga melakukan perbuatan cabul. ’’Nah setelah memastikan situasi aman dan sepi, di dalam kamar itu korban dieksekusi (dicabuli, Red),’’ tuturnya.

Meski korban meronta dan menangis karena kesakitan tak lantas membuat tersangka mengurungkan niat jahatnya. Sebaliknya, pelaku membungkam mulut korban dan menyuruh untuk diam.

Sementara itu, Sukis mengaku terpaksa melakukan dugaan pencabulan hanya sekadar untuk menuruti hasratnya. Apalagi, belakangan ini dia diketahui sudah resmi berpisah dengan istrinya. ’’Sudah dua kali. Saya lakukan di kamar saya. Saya juga sudah pisah dengan istri saya,’’ ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 76 huruf d jo pasal 81 ayat 1 dan pasal 76 huruf e jo pasal 82 ayat 1 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun.

(mj/ori/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia